Bangkalan (2/8) – Pemuda LDII Kabupaten Bangkalan menggelar kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 Tahun 2026 di Taman Wisata Mangrove Jung Koneng, Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, 1-2 Agustus 2026. Mengusung tema Back to Nature, kegiatan ini dikemas dalam bentuk Perkemahan Akhir Tahun Ajaran yang memadukan pembinaan karakter, kepedulian lingkungan, dan penguatan rasa cinta tanah air.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bangkalan, Sunaryo, saat membuka kegiatan tersebut menjelaskan, CAI merupakan bagian dari delapan klaster program pengabdian LDII untuk bangsa, tepatnya pada klaster kebangsaan. Melalui kegiatan ini, para generasi muda didorong untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“CAI bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi sarana membentuk karakter generasi muda agar memiliki semangat kebangsaan, mencintai lingkungan, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.
Sunaryo juga menekankan pentingnya mengimplementasikan 29 karakter luhur yang menjadi pedoman pembinaan warga LDII. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sudah diterapkan sejak tahap perencanaan kegiatan melalui musyawarah yang mengedepankan kerukunan, kekompakan, dan kerja sama antarpanitia hingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik.
“Nilai-nilai 29 karakter luhur tidak cukup dipahami secara teori. Semuanya harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan CAI ini menjadi salah satu sarana untuk mempraktikkannya, mulai dari bermusyawarah, bekerja sama, hingga saling membantu selama kegiatan berlangsung,” ujar Sunaryo.
Sementara itu, Ketua Pemuda LDII Kabupaten Bangkalan, Niko Kurniadi mengatakan, CAI tahun ini menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya dilaksanakan sepenuhnya di alam terbuka. Konsep tersebut dipilih agar peserta tidak hanya menerima materi di dalam forum, tetapi juga belajar langsung melalui aksi nyata menjaga lingkungan.
Kegiatan ini diikuti pemuda-pemudi LDII se-Bangkalan. Selama dua hari, peserta tidak hanya mendapatkan materi pembinaan, tetapi juga mengikuti kegiatan sosial berupa aksi bersih-bersih sampah plastik di kawasan mangrove dan penanaman bibit mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian pesisir. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan outbound, focus group discussion (FGD), hingga malam keakraban.

“Melalui kegiatan outdoor ini kami ingin menanamkan rasa cinta yang kuat terhadap alam Indonesia. Peserta diajak menjaga kelestarian pesisir melalui penanaman mangrove sekaligus membersihkan sampah plastik yang tersangkut di akar-akar mangrove,” kata Niko.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti CAI dapat membentuk kebiasaan positif para peserta setelah kembali ke lingkungan masing-masing, terutama dalam menjaga kebersihan dan mengurangi penggunaan wadah makanan, gelas, maupun botol plastik sekali pakai.
Niko juga berpesan agar generasi muda mampu menikmati keindahan alam sebagai karunia Allah SWT sekaligus memiliki kesadaran untuk merawat dan melestarikannya, “Silakan menikmati keindahan alam ciptaan Allah sepuasnya, namun rawatlah alam agar tetap lestari sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT,” pungkasnya. (cak/wid)












