LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home DAKWAH

Tanggung Jawab Pemuda Terhadap Ilmu Agama

Sofyan Gani A. by Sofyan Gani A.
12 Mei 2016
in DAKWAH
274 17
0
Tanggung Jawab Pemuda Terhadap Ilmu Agama

Foto: www.cintaquran.com

274
SHARES
291
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Masa muda adalah masanya para remaja, masa muda adalah masa yang berapi-api, demikian sebuah kutipan sebuah syair.

Masa muda adalah masa yang menyenangkan, sekaligus menjadi tonggak keberhasilan seseorang. Di masa inilah masa sempurnanya pertumbuhan fisik dan kekuatan seorang manusia. Hal ini merupakan nikmat yang sungguh berharga dari Allah SWT dan seyogyanya dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya untuk amal kebaikan guna meraih ridha Allah. Namun, di masa ini pula gejolak syahwat juga sangat kuat pada diri manusia. Keinginan untuk berhura-hura, keinginan untuk mengumbar syahwat, mengikuti trend pergaulan, dan belum lagi godaan yang berasal dari syetan. Islam sangat memuliakan seorang pemuda yang berusaha mengekang hawa nafsunya untuk hal yang tidak berguna, dan sebaliknya berusaha mengarahkannya untuk totalitas mengabdikan diri kepada Allah.

Di sisi lain, kita mulai ditinggalkan ulama pendahulu kita, dengan wafatnya mereka. Karena sesungguhnya Allah mencabut  ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

Hadits Imam Bukhari Nomor 98

“Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan”. (HR Bukhari)

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggengam ilmu dengan sekali pencabutan, mencabutnya dari para hamba-Nya. Namun Dia menggengam ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga, jika tidak disisakan seorang ulama, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka tersesat dan menyesatkan. (Riwayat Al Bukhari)

Dengan wafatnya para ulama maka proses belajar mengajar akan berhenti, sehingga tidak ada yang menggantikan ulama-ulama sebelumnya. Pada riwayat lain disebutkan bahwa seorang Badui bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Nabi Allah, bagaimana ilmu diangkat sedangkan ada pada kami mushaf-mushaf, dan kami telah belajar darinya apa yang ada di dalamnya dan kami mengajarkan istri-istri, anak-anak dan para pembantu kami?” Maka, Rasulullah SAW mendongakkan wajah dan beliau marah, lalu bersabda, “Ini orang-orang Yahudi dan Nasrani ada pada mereka lembaran-lembaran, mereka tidak mempelajari darinya mengenai apa yang datang kepada mereka dari para nabi mereka.”

Pada masa lalu, ilmu itu di dada (hati) para ulama, kemudian berpindah ke buku-buku, namun kuncinya masih di tangan para ulama. Sehingga, wafatnya seorang ulama pun merupakan suatu kehilangan besar bagi umat Islam.

Lalu bagaimana bagi peran para pemuda merespon semakin berkurangnya para ulama yang terjadi pada umat Islam? Tentunya para pemuda sebagai generasi penerus (generus) tidak boleh berpangku tangan. Pemuda harus tergerak hatinya dan berbuat yang terbaik untuk umat Islam.

Untuk mengantisipasi fenomena ini, hendaknya seorang pemuda berupaya untuk mengisi waktunya dengan kegiatan yang bermanfaat untuknya dan menghindari waktu kosong, serta berusah mewujudkan diri sebagai insan yang bermanfaat bagi masyarakat dan agama.

Langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh pemuda, antara lain adalah yang pertama, membiasakan dan berusaha senang untuk mencari ilmu. Ilmu merupakan fondasinya amal, sehingga tidak ada satu amalan pun yang dilakukan tanpa didasari dengan ilmu. Ilmu juga merupakan makanan pokok bagi jiwa, yang karenanya jiwa akan menjadi hidup dan jasad akan memiliki adab. Oleh karena itu, tidak diragukan lagi bahwa pemuda merupakan pelopor tholabul ilmi (mencari ilmu), karena sejatinya kebutuhan seseorang terhadap ilmu lebih besar dari kebutuhannya terhadap makan dan minum. Dalam hal ini, hanya ilmu yang bermanfaat sajalah yang boleh untuk dicari dan dipelajari. Karena ilmu yang bermanfaat menempati kedudukan yang terpuji.

Kedua, pemuda supaya selalu berupaya untuk selalu menambah perbendaharaan mutiara nasihat dan petunjuk dari para ulama. Tidak dapat dipungkiri, para ulama terdahulu dan para ulama senior kita tentunya mempunyai ilmu yang lebih dahulu difahami dan dikuasai oleh beliau. Paling tidak, wawasan dan pengetahuan yang dimiliki lebih banyak dari kita, karena dari segi usia, beliau lebih senior daripada kita. Belajar kepada ulama senior dan berusaha mendapatkan wejangan dan tausiyahnya, bukan hanya akan mendapatkan khasanah baru dalam ilmu agama, melainkan akan memberi api semangat pada diri kita untuk selalu semangat dalam menetapi ibadah.

Ketiga, pemuda hendaknya memilih teman bergaul yang baik, karena hal ini sangat mempengaruhi akal, pikiran dan tingkah laku para pemuda. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa seorang manusia akan mengikuti agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi), maka penjual minyak wangi bisa jadi dia memberimu minyak wangi, atau kamu membeli (minyak wangi) darinya, atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir (tempat menempa besi) bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Penulis: Imam Pujiarto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

7 April 2022
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

10 November 2016
Foto httpdakwahislamnet

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim yang juga Staff Ahli Kemendikdasmen Prof Dr Biyanto menilai Buku berisi sistem pendidikan LDII tersebut menarik karena ditulis dari sudut pandang pihak luar LDII sehingga hasilnya dinilai lebih objektif cukup berbobot dan layak dijadikan rujukan Dok LINES Jatim

Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU

13
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu 154 di Gedung DPD LDII Gresik Dok Lines

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto MT dikukuhkan sebagai Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana PENS Surabaya Selasa 213 Dok LINES

Kembangkan Mobil Listrik, Ketua Persinas ASAD Jatim Dikukuhkan Jadi Guru Besar ke-4 PENS

7
Warga LDII Medaeng menyembelih hewan kurban di halaman Masjid Baiturrohim Sidoarjo Rabu 275 Foto LINES Sidoarjo

Warga LDII Medaeng Sembelih 31 Sapi dan 19 Kambing pada Iduladha 2026

27 Mei 2026
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jawa Timur Iswahyudi Dok LINES Jatim

Dinas Peternakan Jatim: Pelaksanaan Kurban Tak Boleh Jadi Sumber Penyakit

23 Mei 2026
Ketua BPJPH Jawa Timur M Fauzi mengingatkan pelaksanaan kurban tidak hanya harus halal secara syariat tetapi juga memperhatikan perlakuan hewan sejak pengangkutan hingga proses penyembelihan Dok LINES Jatim

BPJPH Syaratkan Perlakuan yang Baik pada Hewan Kurban

24 Mei 2026
Dewan Pimpinan Wilayah DPW LDII Jawa Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Berkurban Sehat dan Halal dengan mengusung tema ASUH Aman Sehat Utuh dan Halal pada Sabtu 235 di Gedung Serba Guna GSG Sabilurrosyiddin Surabaya Dok LINES Jatim

LDII Jatim Gandeng Dinas Peternakan dan BPJPH, Sosialisasikan Kurban Aman, Sehat, Utuh, dan Halal

23 Mei 2026

Komentar Terkini

  • Anonim pada BPJPH Syaratkan Perlakuan yang Baik pada Hewan Kurban
  • Hindun Sriwidayati pada Wanita LDII Maknai Harkitnas dengan Penguatan Keluarga dan Gizi Anak
  • Cak Rofiq pada Dorong Perubahan Kebiasaan, LDII dan DPR Sosialisasikan Germas di Surabaya
  • Anonim pada Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU
  • Kurnia Nurlaili pada Prof Biyanto: Menarik dan Objektif, Buku LDII Karya Penulis NU
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2026 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2026 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.