BANYUWANGI — Layanan potong rambut gratis bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan yang dijalankan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi mendapat apresiasi dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi. Layanan tersebut telah berjalan sejak pertengahan 2024.
Pemilik Fajar Barbershop, Siswandi (49), memberikan layanan cukur gratis bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga anak yatim. Dalam sebulan, ia rata-rata memberikan layanan sekitar 15 kali di Shelter Pemerlu Atensi Sosial (PAS) dan panti asuhan.
Plt Kepala Dinsos PPKB Banyuwangi Setyo Puguh Widodo menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Siswandi di halaman Kantor Dinsos PPKB Banyuwangi, Rabu (12/8/2026).
Puguh mengatakan layanan yang diberikan Siswandi turut membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus kolaborasi masyarakat dengan pemerintah.
“Pak Siswandi secara sukarela membantu Dinsos untuk mencukur ODGJ. Kami mengapresiasi dan memberikan penghargaan sebagai bagian dari kepedulian dan mitra kami,” ujar Puguh.
Siswandi mengatakan kegiatan tersebut bermula dari keinginan berbagi melalui keterampilan yang dimilikinya. Sejak itu, ia terus berkoordinasi dengan Dinsos PPKB Banyuwangi agar layanan cukur gratis dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Mulai nyukur gratis itu pertengahan 2024 sampai sekarang tetap konsisten. Meski ada pergantian kepala dinas, kami terus berkolaborasi dengan Dinsos,” kata Siswandi.
Menurut Siswandi, penghargaan tersebut bukan tujuan utama dari kegiatan yang dilakukannya. Ia ingin keterampilan yang dimiliki tetap dapat memberikan manfaat bagi orang lain selama dirinya masih diberi kesehatan.
Ia juga beberapa kali mengajak kedua anaknya, Fajar Alfiyan Fauzani dan Zaki Sofan Khafiludin, mengikuti kegiatan sosial. Keterlibatan itu, kata dia, menjadi cara untuk mengenalkan kepedulian terhadap sesama sejak dini.
Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi Heri Sujatmiko mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Siswandi. Menurut dia, kepedulian tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui profesi dan keterampilan yang dimiliki.
“Yang dilakukan Siswandi merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bagian dari pengamalan 29 karakter luhur LDII. Semoga menjadi inspirasi bagi warga LDII lainnya untuk terus memberikan manfaat sesuai bidang masing-masing,” kata Heri.
Ia berharap kegiatan sosial yang dilakukan warga LDII Banyuwangi terus berkembang melalui berbagai bidang keahlian dan kebutuhan masyarakat. (one/hdi)
