BONDOWOSO — Ketepatan penentuan awal Ramadan dan Syawal menjadi perhatian para pegiat ilmu falak di Jawa Timur. Untuk meningkatkan akurasi dan kualitas pelayanan kepada umat, Tim Falakiyah DPD LDII Banyuwangi mengikuti Kaderisasi Ahli Hisab Rukyat Angkatan 2026 di Bondowoso, pada 6-7 Februari 2026.
Kegiatan yang digelar Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Pondok Pesantren Islam Nurul Burhan, Badean itu diikuti 208 peserta dari berbagai daerah. Delegasi LDII Banyuwangi dipimpin Ketua Tim Falak, Sumadi.
Forum ini menjadi ajang penguatan kapasitas dan penyelarasan metode hisab dan rukyat di tingkat provinsi. Selain perwakilan kabupaten/kota, Tim Falak DPW LDII Jawa Timur juga turut serta guna menyeragamkan pemahaman teknis dan meminimalkan potensi perbedaan penetapan waktu ibadah.

Selama dua hari, peserta menerima materi pemrograman hisab berbasis sistem operasi Android, koordinasi teknis rukyatul hilal untuk Ramadan dan Syawal 1447 Hijriah, serta penyerasian kalender Hijriah tahun 2027 Masehi. Materi tersebut disesuaikan dengan perkembangan teknologi astronomi modern.
Sumadi mengatakan, penguasaan ilmu falak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghitung posisi hilal, tetapi juga menyangkut tanggung jawab terhadap ketenangan ibadah umat.
“Ilmu falak bukan sekadar hitung-hitungan, melainkan amanah yang berkaitan langsung dengan ibadah umat,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, DPD LDII Banyuwangi berkomitmen mengadopsi teknologi terkini agar hasil hisab semakin presisi. Selain itu, kerukunan antar-lembaga ahli falak dinilai penting untuk membangun kesepahaman di tengah dinamika perkembangan zaman.
DPD LDII Banyuwangi berharap, hasil Kegiatan tersebut bisa memberi pelayanan kepada umat, terutama dalam penentuan waktu salat, verifikasi arah kiblat, dan penyusunan kalender Islam. Terlebih jika penghitungan dapat dilakukan secara lebih profesional dan selaras dengan hasil musyawarah para ahli falak di Jawa Timur. (kim/sof/wid)












