NGANJUK — Menjelang akhir Ramadan, Pemkab Nganjuk menutup rangkaian Safari Ramadan di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono. Bupati Marhaen Djumadi menyerap aspirasi warga sekaligus menghadirkan layanan kesehatan dan administrasi gratis bagi masyarakat dan santri.
Kegiatan yang digelar pada Senin (16/3) tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tri Handy Saputra serta jajaran Forkopimda. Safari Ramadan tahun ini dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk, dengan total 21 titik kegiatan.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menjelaskan kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi program pemerintah daerah agar masyarakat mengetahui berbagai program yang telah dan akan dijalankan.
“Kami menyampaikan sosialisasi program pemerintah supaya masyarakat tahu persis apa yang sudah kami lakukan dan apa yang akan kami lakukan ke depan,” ujarnya.
Selain itu, Safari Ramadan juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan pondok pesantren. Melalui komunikasi langsung tersebut, pemerintah diharapkan dapat memahami kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.
“Di sinilah tempat untuk berdiskusi, menyerap aspirasi masyarakat agar pemerintah dan masyarakat, khususnya pondok pesantren, bisa saling selaras,” katanya.
Menurut Marhaen, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan lembaga keagamaan. Ia mengapresiasi peran pondok pesantren dalam membina karakter dan spiritual generasi muda.
Ia menambahkan, pendidikan pesantren menjadi pelengkap pendidikan umum, terutama dalam membentuk karakter dan nilai-nilai keagamaan guna mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
“Pendidikan umum memberikan ilmu pengetahuan, sedangkan dari pondok pesantren anak-anak mendapat pendidikan karakter dan tradisi keagamaan. Jika keduanya berjalan seiring, maka cita-cita kita membentuk SDM yang berkualitas bisa terwujud,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Nganjuk juga menghadirkan layanan kesehatan gratis serta pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memudahkan akses masyarakat.
“Di Nganjuk saat ini sudah UHC, seluruh masyarakat sudah diasuransikan melalui BPJS Kesehatan. Namun kami tetap menghadirkan pelayanan kesehatan dan dukcapil agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan, seperti pengurusan KTP maupun KK,” tambahnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menyambut baik pelaksanaan Safari Ramadan di pesantren yang dipimpinnya. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai tradisi tahunan yang selalu dinantikan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pesantren dan pemerintah.
“Kami tidak berdiri sendiri. Apa pun yang kami miliki akan terasa kecil jika tidak didukung oleh komponen lain, khususnya pemerintah setempat,” katanya.
Ia berharap sinergi tersebut dapat semakin memperkuat upaya mencetak generasi santri yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama. Selain itu, kegiatan ini juga dinilai mampu menumbuhkan rasa kebangsaan dan memperkuat ukhuwah di kalangan santri dan masyarakat. (fiki/sof/wid)












