KEDIRI — Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerukan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara silaturahim dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, Rabu (4/3).
Menurut Vinanda, kegiatan yang mempertemukan ulama, aparat pemerintah, pelaku ekonomi, serta masyarakat tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi berbagai elemen di Kota Kediri.
“Alhamdulillah, sore hari ini saya sangat bersyukur bisa hadir dan duduk bersama panjenengan semua di Ponpes Wali Barokah. Tempat yang setiap Ramadan selalu menjadi ruang pertemuan yang hangat antara ulama, umaro, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan wajah Kota Kediri yang rukun dan saling menguatkan. Ulama, menurut dia, berperan menjaga nilai dan moral umat, aparat menjaga stabilitas keamanan, lembaga keuangan menjaga keseimbangan ekonomi, sementara pemerintah memastikan kebijakan berpihak pada masyarakat.
“Inilah wajah Kota Kediri yang sesungguhnya, yaitu kolaboratif, rukun, dan saling menguatkan,” kata Vinanda.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas selama Ramadan hingga Idul Fitri. Di tingkat nasional, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat perlindungan sosial. Sementara di tingkat provinsi, penguatan moderasi beragama dan sinergi antar elemen terus didorong.
Pemerintah Kota Kediri pun memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, mengendalikan inflasi, menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran, serta menjaga aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap bergerak.
“Kami juga berupaya menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan tetap terjaga,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat ruang dialog lintas agama dan organisasi masyarakat agar kerukunan yang telah terbangun tetap terawat.
Namun, Vinanda menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan para ulama serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Kota Kediri akan kuat jika ulama dan umaro berjalan beriringan. Jika pesantren, organisasi keagamaan, pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat saling percaya dan saling menopang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kepedulian sosial yang rutin dilakukan Pondok Pesantren Wali Barokah setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keberagamaan harus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Vinanda juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri akan terus berupaya memastikan hak pendidikan dan perlindungan mereka terpenuhi.
Kepada warga penerima bantuan, ia mengingatkan agar memanfaatkannya dengan bijak sehingga bantuan tersebut dapat meringankan beban sekaligus membawa keberkahan.
Menurut dia, Ramadan juga menjadi pengingat bagi para pemimpin. Jabatan merupakan amanah untuk melayani masyarakat secara adil.
“Kepemimpinan harus dibangun di atas nilai keikhlasan dan keberpihakan kepada masyarakat. Mari kita jaga terus kerukunan yang sudah terbangun indah di kota ini. Jangan beri ruang pada perpecahan, jangan beri ruang pada prasangka buruk,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan itu menjadi bagian dari ikhtiar bersama. Yakni mewujudkan Kota Kediri yang semakin maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni (MAPAN), serta menjadi kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. (mzda/sof/wid)












