JEMBER — Kemampuan memverifikasi informasi bisa menjadi keterampilan penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Pesan tersebut menjadi pembahasan pada Pelatihan Jurnalistik yang digelar DPD LDII Kabupaten Jember di Aula DPD LDII Jember, Sabtu (20/6).
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember, Sugeng Prayitno, menegaskan bahwa etika dan verifikasi merupakan fondasi utama dalam kerja jurnalistik. Menurutnya, kemampuan memeriksa kebenaran informasi menjadi semakin penting di era media sosial, ketika setiap orang dapat memproduksi dan menyebarkan informasi secara cepat.
“Pemahaman terhadap kode etik dan proses verifikasi menjadi hal mendasar agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya saat memberikan materi kepada peserta.
Kegiatan tersebut diikuti pemuda LDII dari Pimpinan Cabang (PC) se-Kabupaten Jember serta santri pondok pesantren. Selain membahas etika jurnalistik, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik peliputan, penulisan berita, dan penggunaan media digital secara bertanggung jawab.
Wartawan Berita Jatim, Oryza Ardiansyah menegaskan pentingnya proses verifikasi dalam kerja jurnalistik sebelum sebuah informasi dipublikasikan.
“Seorang jurnalis tidak boleh mudah menerima informasi begitu saja. Setiap informasi harus diuji melalui verifikasi di lapangan, konfirmasi kepada berbagai pihak, serta pengumpulan data pendukung sebelum dipublikasikan,” ujar Oryza.
Ia menambahkan, prinsip keberimbangan menjadi kunci agar informasi yang diterima publik tidak hanya berasal dari satu sudut pandang. Karena itu, setiap peristiwa perlu dicek secara menyeluruh sebelum disimpulkan.

Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, mengatakan pembekalan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemampuan memilah dan mengelola informasi secara tepat menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah meningkatnya penggunaan media digital.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada praktik jurnalistik, tetapi juga diajak memahami pentingnya etika, tanggung jawab, dan budaya verifikasi sebagai bekal berpartisipasi di ruang publik digital. Di tengah melimpahnya informasi yang beredar setiap hari, kemampuan membedakan fakta dan opini menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh generasi muda. (kim/sof/wid)












