LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home NASIONAL

PP Muhammadiyah: Pancasila dan Islam Wasathiyah Tak Terpisahkan

Cakra Sadida by Cakra Sadida
28 Desember 2025
in NASIONAL
130 1
0
Sekretaris Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah LPHU Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah Marjuki Al Jawiy menegaskan Pancasila dan nilai nilai Islam wasathiyah merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Dok LINES

Sekretaris Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Marjuki Al Jawiy menegaskan Pancasila dan nilai-nilai Islam wasathiyah merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dok: LINES.

122
SHARES
130
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan bahwa Pancasila dan nilai-nilai Islam wasathiyah merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keduanya menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang berkeadaban dan berkeadilan.

Penegasan itu disampaikan Marjuki Al Jawiy, mewakili Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir, saat menjadi narasumber Sarasehan Kebangsaan LDII bertema “Nasionalisme Berkeadaban: Merawat Pancasila, Meneguhkan Islam Wasathiyah, Membangun Indonesia Berkeadilan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPP LDII, Jakarta, Selasa (16/12), secara hibrid dan disiarkan langsung melalui YouTube.

Marjuki yang juga menjabat Sekretaris Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah menyampaikan, nilai-nilai keislaman yang berkembang di Indonesia sejatinya sejalan dengan Pancasila. Ia mencontohkan konsep berjamaah dalam Islam yang selaras dengan semangat kebangsaan.

“Berjamaah sering dipahami sebatas ibadah ritual. Padahal, dalam kehidupan sosial, ekonomi, hingga muamalah, semangat berjamaah juga harus diterapkan. Nilai ini sejalan dengan Pancasila,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi pilihan bangsa Indonesia menjadikan Pancasila sebagai dasar negara. Menurutnya, Indonesia adalah negara beragama, bukan negara agama, yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.

“Negara beragama menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bersama, dengan Pancasila sebagai dasar bernegara,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Marjuki juga menyinggung kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan. Ia mengungkapkan, jauh sebelum Muhammadiyah berdiri, KH Ahmad Dahlan telah merintis pendidikan modern yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum.

“Konsep ini kemudian dikembangkan Muhammadiyah hingga lahir ribuan sekolah, ratusan perguruan tinggi, dan rumah sakit. Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa dan tidak semestinya dipolitisasi,” katanya.

Marjuki mengajak masyarakat untuk memandang organisasi kemasyarakatan secara lebih objektif dan adil. Menurutnya, sikap berpancasila seharusnya mendorong setiap pihak melihat kontribusi nyata ormas bagi bangsa.

Ia juga menyinggung Risalah Islam Berkemajuan hasil Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta tahun 2022. Islam berkemajuan, kata dia, menegaskan Islam sebagai agama yang membawa pencerahan, kemajuan, dan melawan cara berpikir jumud.

“Tidak sedikit orang berilmu, tetapi masih terjebak pada pola pikir tertutup. Padahal, baik Pancasila maupun Islam sama-sama mendorong kemajuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Marjuki menekankan pentingnya tauhid sebagai landasan dalam membangun kehidupan berbangsa. Menurutnya, tauhid harus tercermin dalam sikap inklusif, saling menghargai, dan menghormati perbedaan.

Ia pun mendorong LDII dan ormas Islam lainnya untuk terus melahirkan karya nyata melalui pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial. “Teruslah berbuat dan berinovasi. Ketika manfaatnya dirasakan masyarakat, kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya,” tuturnya.

Menutup paparannya, Marjuki menegaskan bahwa Pancasila dan Islam tidak cukup dipahami sebagai simbol, tetapi harus menjadi pola hidup. Ia kembali menguatkan pandangan Muhammadiyah bahwa Pancasila merupakan darul ahdi wa syahadah, hasil kesepakatan seluruh elemen bangsa.

“Umat Islam wajib membuktikan komitmen kebangsaannya melalui kerja nyata, inovasi, dan partisipasi aktif dalam membangun Indonesia,” pungkasnya. (cak/wid).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • TERMS OF SERVICE
  • HUBUNGI KAMI

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.