KEDIRI — Sebanyak 130 dhuafa dan anak yatim menerima santunan Idulfitri yang disalurkan oleh Pondok Pesantren Nurul Hakim Kaliawen di Desa Ngino, Kamis (19/3). Penyaluran bantuan berlangsung di aula pondok pesantren dengan melibatkan pengurus dan perangkat desa setempat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda sosial pesantren dalam menyambut Idulfitri 1447 H. Bantuan diberikan kepada masyarakat di lingkungan sekitar pondok, khususnya warga yang membutuhkan.
Acara dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Babinsa Desa Ngino, Hendra Kurniawan, serta perwakilan Bidang Kesejahteraan Rakyat Desa Ngino, Muhammad Bahrul Ulum.
Menurut Muhammad Bahrul Ulum, kegiatan santunan tersebut melibatkan masyarakat setempat dan menyasar warga yang membutuhkan. Ia juga menyebutkan bahwa koordinasi antara pihak pesantren dan pemerintah desa dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan.
Ketua Pondok Pesantren Nurul Hakim, KH Abdul Karim, mengatakan bahwa santunan diberikan kepada dhuafa dan anak yatim yang berada di sekitar lingkungan pondok. Ia menyebutkan, kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari program sosial pesantren yang dilaksanakan secara rutin.
Menurut dia, momentum hari besar keagamaan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan kegiatan sosial pesantren kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana interaksi antara pengurus pondok dan warga sekitar.
Proses penyaluran santunan dilakukan secara langsung kepada para penerima yang telah terdata sebelumnya. Penerima bantuan berasal dari beberapa lingkungan di sekitar Desa Ngino.
Kegiatan berlangsung dengan penyerahan bantuan secara bertahap kepada penerima di aula pondok pesantren. Selain penyaluran santunan, kegiatan juga diisi dengan pertemuan antara pengurus pondok dan warga yang hadir.












