LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home BERITA DAERAH

Pengajian Wanita LDII Kota Kediri Bahas Pakaian Syar’i, Bukan Sekadar Penampilan

Cakra Sadida by Cakra Sadida
1 Februari 2026
in BERITA DAERAH, EDUKASI, SEPUTAR JATIM
50 2
0
Pemateri Emada Nindyta Fatimasari menyampaikan pemahaman tentang pentingnya berbusana sesuai tuntunan syariat Islam dalam Pengajian Rutin Wanita LDII Kota Kediri minggu 251 Dok LINES

Pemateri Emada Nindyta Fatimasari menyampaikan pemahaman tentang pentingnya berbusana sesuai tuntunan syariat Islam dalam Pengajian Rutin Wanita LDII Kota Kediri, minggu (25/1). Dok: LINES.

48
SHARES
51
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

KEDIRI — Berpakaian syar’i bukan sekadar penampilan, tetapi bagian dari kewajiban seorang muslimah. Pesan itu disampaikan Emada Nindyta Fatimasari dalam Pengajian Rutin Wanita LDII Kota Kediri yang digelar Minggu (25/1) di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Pengajian yang diikuti ratusan generasi penerus (generus) putri LDII Kota Kediri ini menjadi ruang edukasi untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya berbusana sesuai tuntunan syariat Islam, di tengah maraknya tren fesyen yang terus berkembang.

“Pakaian bukan hanya soal penampilan. Fungsi utamanya adalah menutup aurat, menjaga kehormatan, dan menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT,” ujar Nindyta.

Ia menjelaskan, kewajiban berpakaian syar’i memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an, salah satunya Surah Al-A’raaf ayat 26 yang menegaskan fungsi pakaian sebagai penutup aurat sekaligus simbol ketakwaan.

“Cara berpakaian harus berlandaskan Al-Qur’an dan hadis. Ketika aturan itu diabaikan, tentu ada konsekuensi yang menyertainya,” jelasnya.

Nindyta pun menyajikan ilustrasi visual yang memperlihatkan perbedaan antara busana yang sesuai syariat dan yang tidak, sekaligus menegaskan pilihan berpakaian yang benar menurut Islam.

“Seluruh tubuh wanita adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan. Karena itu, aturan berpakaian bagi perempuan memang lebih ketat sebagai bentuk perlindungan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pakaian syar’i harus menutup aurat secara sempurna, tidak ketat, tidak transparan, serta tidak mencolok. Busana longgar seperti gamis yang menutup hingga mata kaki dinilai lebih tepat untuk menjaga kemuliaan perempuan dan menghindarkan dari fitnah.

“Pakaian juga berfungsi melindungi fisik, mental, dan rohani. Dengan berpakaian benar, perempuan bisa merasa lebih aman, nyaman, dan percaya diri,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berpakaian syar’i membawa banyak manfaat, mulai dari menjaga diri dari kemaksiatan hingga menghindarkan dari sifat berlebihan dan kesombongan.

“Ketika berada di ruang publik yang terlihat oleh laki-laki nonmahram, muslimah wajib menutup aurat. Namun meski bersama mahram atau sesama wanita, tetap harus berpakaian sopan,” tuturnya.

Ratusan generasi penerus generus putri LDII Kota Kediri mengikuti Pengajian Rutin Wanita LDII Kota Kediri di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin Kecamatan Pesantren Dok LINES
Ratusan generasi penerus generus putri LDII Kota Kediri mengikuti Pengajian Rutin Wanita LDII Kota Kediri di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin Kecamatan Pesantren Dok LINES

Selain membahas busana, Nindyta turut mengingatkan adab penggunaan wewangian bagi wanita. Ia menyebutkan, penggunaan deodorant, bedak, body lotion, atau pewangi pakaian masih diperbolehkan selama tidak digunakan secara berlebihan saat hendak keluar rumah.

“Parfum atau splash cologne yang disemprotkan saat bepergian tidak dianjurkan karena dapat menarik perhatian lawan jenis dan berpotensi menimbulkan fitnah,” ujarnya.

Menutup materi, Nindyta juga meluruskan pemahaman terkait penggunaan abaya. Menurutnya, abaya merupakan pakaian khusus untuk shalat, sehingga tidak seharusnya digunakan untuk aktivitas di luar ibadah seperti berbelanja atau berjalan-jalan. (cak/wid).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

7 April 2022
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
Foto httpdakwahislamnet

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

10 November 2016
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu 154 di Gedung DPD LDII Gresik Dok Lines

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto MT dikukuhkan sebagai Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana PENS Surabaya Selasa 213 Dok LINES

Kembangkan Mobil Listrik, Ketua Persinas ASAD Jatim Dikukuhkan Jadi Guru Besar ke-4 PENS

7
Ketua DPW LDII Amrodji Konawi didampingi pengurus harian saat silaturahim Syawal di Kediaman KH Hasan Mutawakkil Alalloh Ketum MUI Jatim di Probolinggo pada 25 April 2023

Safari Silaturahim Syawal LDII Jatim untuk Pererat Ukhuwah Islamiyah

6
Pengurus Pondok Pesantren Nurul Hakim menyerahkan santunan kepada dhuafa dan anak yatim Foto LINES Kediri

Ponpes Nurul Hakim Kediri Salurkan Santunan Idulfitri Pada 130 Dhuafa dan Anak Yatim

20 Maret 2026
Tim Falakiyah LDII Jawa Timur melakukan pengamatan hilal 1 Syawal 1447 H di Pantai Tanjung Kodok Lamongan Kamis 193 Foto LINES Jatim

Hilal 1 Syawal Tak Terlihat di Tanjung Kodok

20 Maret 2026
Santunan yatim dan buka puasa bersama PWI Kediri Raya Foto LINES Kediri

LDII Kota Kediri Apresiasi Aksi Sosial PWI Santuni Anak Yatim

20 Maret 2026
Penyaluran 30 paket parsel kepada anak yatim di Gunung Anyar Surabaya kolaborasi Yayasan Seribu Senyum IPSM dan PC LDII Gunung Anyar di Masjid Nurul Hikmah Foto LINES Jatim

Gandeng IPSM dan LDII Gunung Anyar, Yayasan Seribu Senyum Salurkan 30 Parsel untuk Anak Yatim

18 Maret 2026

Komentar Terkini

  • Anonim pada Ketua PCNU Kediri: Ramadan Ajarkan Kesabaran dan Toleransi
  • Zidane Alfin pada Menjelang Buka Puasa, Warga LDII Wonocolo Latihan Pencak Silat Bersama PERSINAS ASAD
  • Lilik Indarti pada LDII Bangkalan Salurkan 75 Paket Santunan Ramadan untuk Anak Yatim dan Keluarga Beruntung
  • Yadi pada Bawa Hidangan dalam Rantang, Wali Kota Mojokerto Buka Puasa Bersama Warga LDII
  • Adi Kurniawan pada Terpilih Aklamasi, H. Suhartono Kembali Nakhodai LDII Kota Mojokerto
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.