KEDIRI — Lurah Ngronggo, Kota Kediri, Achmad Koharudin, membuka kegiatan Pengajian Akhir Tahun bagi generasi muda LDII yang digelar di Masjid Fathul Huda, Kelurahan Ngronggo, Rabu (31/12). Kegiatan tersebut diikuti peserta mulai dari tingkat sekolah dasar hingga remaja.
Dalam sambutannya, Achmad Koharudin menekankan pentingnya peran lingkungan yang positif bagi generasi muda, terutama di tengah kuatnya pengaruh pergaulan bebas pada usia remaja, khususnya saat momentum pergantian tahun.
Ia menilai kegiatan yang diselenggarakan PAC LDII Ngronggo sebagai bagian dari pembinaan generasi muda. Selain untuk membentengi mereka dari pengaruh negatif juga memperkuat bekal moral dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Di usia muda, pengaruh lingkungan sangat kuat. Momentum pergantian tahun sering kali diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat. Karena itu, keberadaan kegiatan keagamaan seperti ini menjadi sangat penting untuk menjaga generasi muda tetap berada di jalur yang positif,” ujar Achmad Koharudin.
Menurutnya, pengajian akhir tahun dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermakna dan membangun karakter. Dengan berada di lingkungan masjid, mereka diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang religius dan memiliki akhlak yang baik.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. Lingkungan masjid dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi generasi muda untuk belajar agama, memperkuat moral, dan membentuk karakter mereka ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PAC LDII Ngronggo, Maslihan, menjelaskan bahwa pengajian akhir tahun ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sarana evaluasi spiritual bagi generasi penerus LDII.
“Pengajian ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk bermuhasabah atau introspeksi diri, merenungi apa yang telah dilakukan selama setahun terakhir, sekaligus mempersiapkan diri agar menjadi lebih baik di tahun yang akan datang,” ujar Maslihan.
Ia menambahkan, pengalihan aktivitas malam pergantian tahun ke kegiatan keagamaan dinilai efektif dalam meminimalisasi pengaruh budaya hura-hura. Dengan berkumpul dalam suasana religius, generasi muda diharapkan memiliki pondasi iman yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pengajian akhir tahun tersebut diisi dengan berbagai materi, mulai dari pengkajian dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis, nasihat pemantapan agama, hingga sesi kebersamaan yang santai namun tetap terarah. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat mengawali tahun 2026 dengan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih religius dan berkarakter luhur. (kim/sof/wid)












