PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman meminta Dewan Pakar DPP LDII segera mengkaji dan menentukan komoditas unggulan yang akan dikembangkan di daerahnya. Pemerintah Provinsi Babel, kata dia, siap menyiapkan lokasi lahan untuk mendukung pengembangan tersebut.
Hal itu disampaikan Erzaldi saat melakukan konferensi video dengan Dewan Pakar DPP LDII dari Ruang Gubernur Kepulauan Babel, Rabu (20/5). Pertemuan tersebut membahas rencana budi daya ubi super, kopi, dan kelapa kopyor yang akan dikembangkan di Bangka Belitung.
“Silakan diteliti dulu lahannya apakah cocok dengan komoditas yang ingin ditanam. Kita perlu kombinasi produk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar hasilnya berkelanjutan,” ujar Erzaldi, didampingi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel Juaidi.
Menurut Erzaldi, produk jangka pendek diharapkan dapat dipanen kurang dari enam bulan, produk jangka menengah sekitar satu tahun, serta produk jangka panjang dalam kurun tiga tahun. Skema tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan kebun inti yang tidak hanya berfungsi sebagai lahan produksi, tetapi juga menjadi pusat pelatihan dan percontohan bagi masyarakat yang ingin bertani. Selain itu, keberadaan offtaker atau penjamin pembelian hasil panen dinilai krusial untuk memastikan keberlanjutan usaha tani.
“Saya ingin selain mengajak masyarakat menanam, kita juga mengolah sendiri di kebun inti. Ini akan menjadi sarana pelatihan bagi masyarakat. Yang utama juga harus ada penjamin pembelian hasil petani,” kata Erzaldi.
Gubernur menyebutkan tersedia sekitar 200 hektar lahan hutan tanaman industri yang potensial dikembangkan untuk komoditas seperti kelapa kopyor, singkong (cassava), dan kopi. Ia menegaskan, lahan tersebut diutamakan untuk dikelola bersama masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan, bukan pihak swasta, dengan pendampingan tim ahli dari LDII.

Ketua Umum LDII Abdullah Syam menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Sementara itu, Ketua DPP LDII Sudarsono menjelaskan kelapa kopyor merupakan komoditas eksotik asli Indonesia bernilai ekonomi tinggi dan memiliki pasar di sejumlah kota besar.
“Kelapa kopyor cocok dikembangkan di daerah pantai berpasir seperti Babel dan bisa dipadukan dengan sistem pertanian terpadu, misalnya kopi dan ternak, sehingga tercipta efisiensi dan nilai tambah,” ujarnya.
Selain kelapa kopyor, optimalisasi lahan juga ditawarkan melalui pola tumpang sari berbasis kopi dengan tanaman pendamping seperti cabai jawa dan kapulaga. Model ini dinilai menguntungkan secara ekonomi dan tetap menjaga keseimbangan ekologi.
Pemprov Babel berharap pengembangan komoditas tersebut dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, meningkatkan produksi pangan, serta mendukung program swasembada daging yang tengah dijalankan pemerintah daerah.












