LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa yang Demokratis

Sofyan Gani A. by Sofyan Gani A.
11 Mei 2016
in NASIONAL
61 4
0
Pancasila

Pancasila

61
SHARES
65
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Di akhir tahun 2006, majalah berita TIME untuk sampulnya memilih tokoh yang tidak seperti biasanya, bukan tokoh artis, bukan pejabat negara, bukan tokoh terkenal, melainkan sampul tersebut bergambar layar komputer.

Layar komputer tersebut dicetak khusus seperti cermin, sehingga orang yang memegang majalah TIME bisa melihat wajahnya sendiri dan persis di layar itu tertulis tiga huruf, You (Anda).

Tokoh di tahun 2006 ini adalah anda semua. Hal tersebut menandakan suatu perkembangan dunia, ketika setiap orang tiba-tiba saja mempunyai kesempatan menjadi pembuat sejarahnya sendiri.

Mereka duduk di depan komputer, memegang mouse dengan satu-dua klik mereka sudah terhubung dengan orang lain dari seluruh belahan dunia. Mereka menulis di sosial media kemudian disebarkan dan setiap orang akan menjadi penentu. Akan tetapi pada saat yang sama setiap orang menjadi penentu maka akan terjadi bahaya individualisme yang begitu merajalela.

Hal ini diungkapkan pengamat sosial politik, Eep Saefulloh Fatah, pada Seminar Nasional Kembali ke Pancasila yang diselenggrakan di Mercure Grand Mirama Hotel, Surabaya, Senin (1/3/2016).

“Di zaman dulu lima anggota keluarga makan malam bisa berbincang-bincang satu dengan yang lain. Di zaman sekarang sudah berbeda, masing-masing memegang gadget dan berbincang-bincang dengan orang yang jauh. Sejarah di tangan kita, tetapi pada saat yang sama kita menjauh sesuatu yang sesengguhnya dekat dengan kita,”ujar Eep.

Dalam hal ini Eep menceritakan kisah seperti di buku Bowling Alone karya Robert D. Putnam. Dalam buku tersebut menceritakan tentang bermain Bowling sendirian yang menggambarkan dunia ini semakin maju dan teknologi semakin canggih tetapi ada suatu biaya yang sangat mahal. Ada bahaya yang tidak bisa dihindarkan yaitu hancurnya sebuah komunitas.

“Karena dulu orang Amerika bermain bowling untuk membangun komunitas atau paguyuban supaya akrab dengan tetangganya, teman kerja, supaya guyub dengan lingkungan sekitar. Sekarang bermain bowling dengan orang-orang yang sesungguhnya tidak dikenal, mungkin kenal melalui media sosial. Tidak ada lagi paguyuban sekalipun permainan bowling berlangsung,” terangnya.

Menurut Eep, dengan kemajuan teknologi membuat kita asing dengan diri kita sendiri. Sejarah memang kita yang mengendalikan tetapi pada saat yang sama biayanya sangat mahal yaitu hilangnya sebuah paguyuban.

“Maka kita harus menengok kembali ke lorong yang gelap itu, dimana kita mempunyai modal yang besar yang bernama Pancasila. Pancasila merupakan karunia yang harus disyukuri dan dijaga,” ujar Eep.

Eep menjelaskan, saat kuliah di Universitas Ohio Amerika Serikat tahun 2002, ia terhenyak apa yang diucapkan teman kuliah yang berasal dari Afrika Selatan. Mahasiswa Afrika Selatan mengaku kesulitan menemukan sebuah demokratisasi, salah satunya bahasa persatuan. “Anda beruntung punya Pancasila. Kami tidak punya, yang memandu kami hanya Mandela,” Eep menirukan ucapan teman kuliahnya.

Menurut Eep, di Indonesia siapapun pemimpinnya tidak terlalu penting karena ada Pancasila sebagai pondasi bangsa.”Terkadang kita tidak sadar bahwa sesuatu yang penting ketika ada di dekat kita, ketika dia hilang baru kita sadar, termasuk Pancasila,” tutup Eep.

Penulis: Sofyan Gani
Editor: Widi Yunani

Tags: pancasila

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

7 April 2022
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
Foto httpdakwahislamnet

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

10 November 2016
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu 154 di Gedung DPD LDII Gresik Dok Lines

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto MT dikukuhkan sebagai Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana PENS Surabaya Selasa 213 Dok LINES

Kembangkan Mobil Listrik, Ketua Persinas ASAD Jatim Dikukuhkan Jadi Guru Besar ke-4 PENS

7
Ketua DPW LDII Amrodji Konawi didampingi pengurus harian saat silaturahim Syawal di Kediaman KH Hasan Mutawakkil Alalloh Ketum MUI Jatim di Probolinggo pada 25 April 2023

Safari Silaturahim Syawal LDII Jatim untuk Pererat Ukhuwah Islamiyah

6
DPD LDII Kabupaten Situbondo menerima kunjungan Kabag Intel Kejari Situbondo Iwan Darmawan bersama jajaran di Kantor Sekretariat Kamis 122 Foto Dok LINES Situbondo

Jelang Musda IX, LDII Situbondo Terima Kunjungan Kejari

12 Februari 2026
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol Purn Budi Waseso memberikan arahan pada acara pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Daerah Pengurus Kwartir Daerah dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 20252030 Rabu 112 di Gedung Negara Grahadi Surabaya Foto Dok LINES Jatim

Kwartir Nasional Dorong Pramuka Jadi Motor Swasembada Pangan

11 Februari 2026
Ketua DPW LDII Jawa Timur H Moch Amrodji Konawi menjadi narasumber Podcast Ruang Informasi episode ke 89 di Studio Kominfo Jawa Timur Selasa 102 mengulas Lima Sukses Ramadan Foto Dok LINES Jatim

Lima Sukses Ramadan, Panduan LDII Jatim Jalani Puasa Berkualitas

10 Februari 2026
Sejumlah siswa SMK Budi Utomo Gadingmangu Jombang memamerkan karya kendaraan hasil inovasi mereka dalam ajang Gelar Karya Siswa 1011 Februari 2026 Foto Dok LINES Jatim

SMK Budi Utomo Jombang Pamerkan Karya Siswa, Dorong Lulusan Siap Kerja dan Mandiri

12 Februari 2026

Komentar Terkini

  • Bapak Zaini pada Lima Sukses Ramadan, Panduan LDII Jatim Jalani Puasa Berkualitas
  • dindaa pada LDII Gunung Anyar Bekali Generus SMP Tata Cara Kurban
  • Norma pada LDII Gunung Anyar Bekali Generus SMP Tata Cara Kurban
  • Roykhan Malvin pada Relawan LDII Kenjeran Bantu Fasilitasi Ribuan Jamaah Haul Akbar Al Fithrah di Surabaya
  • H. MULYONO pada Relawan LDII Kenjeran Bantu Fasilitasi Ribuan Jamaah Haul Akbar Al Fithrah di Surabaya
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.