LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home NASIONAL

LDII Minta Pemerintah Ajarkan Kedaulatan Laut Indonesia Sejak Dini

Sofyan Gani A. by Sofyan Gani A.
26 Juni 2016
in NASIONAL
53 1
0
LDII Minta Pemerintah Ajarkan Kedaulatan Laut Indonesia Sejak Dini
52
SHARES
54
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Jakarta (26/6). Indonesia yang mulanya berjarak dengan konflik Laut China Selatan, dan berusaha untuk netral aktif, rupanya mulai terseret pusaran konflik. Seperti yang diinformasikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada (20/3) lalu, telah terjadi dugaan pelanggaran kapal penjaga pantai China di wilayah Indonesia.

Menurut Susi, telah terjadi insiden saat kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia menangkap sebuah kapal nelayan China. Kapal nelayan tersebut diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (19/3/2016). “Saat kapal patroli mengawal kapal ikan China, muncul kapal penjaga pantai China yang mengejar dan menabrak kapal ikan itu, agar rusak sehingga tak dapat ditarik,”kata Susi.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan, kapal nelayan dari negaranya menangkap ikan di tempat yang telah turun-temurun dikunjungi. Rupanya China melakukan pendekatan sejarah atas klaim Kepulauan Spartley di Laut China Selatan, yang saat ini menjadi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) milik Filipina. China juga berkonflik dengan Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Menanggapi konflik perbatasan ini, DPP LDII sebagai ormas Islam memita kepada pemerintah, menanamkan pendidikan sejak dini kepada anak-anak mengenai kedaulatan laut Indonesia. Hal ini untuk menanamkan cinta tanah air, memahami sejarah, dan mengetahui benar batas-batas kedaulatan bangsa terutama di laut.

Anak-anak sejak dini harus mengerti dan paham mengenai ZEE Indonesia, berdasarkan Konvensi Hukum Laut atau Hukum Perjanjian Laut PBB (UNCLOS). ZEE Indonesia membentang sejauh 200 mil laut dari Pulau Natuna berdasarkan UNCLOS. China pun sebagaimana Indonesia, telah meratifikasi UNCLOS. Namun dalam penyelesaian sengketa kedaulatan laut, China justru menggunakan pendekatan sejarah.

LDII juga meminta pemerintah Indonesia meningkatkan kesejahteraan nelayan di Pulau Natuna dan sekitarnya, “Masalah di Natuna adalah nelayan kesulitan menjual hasil tangkapan mereka. Para nelayan di wilayah itu kerap menjual tangkapannya kepada nelayan asing,”ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo. Ia meminta pemerintah untuk membangun infrastruktur dan fasilitas, yang memungkinkan nelayan menjual tangkapannya dengan mudah, dan mengolahnya untuk meningkatkan nilai jual hasil laut.

DPP LDII juga meminta kepada pemerintah Indonesia, untuk mengintegrasikan pengawasan Laut Natuna dengan mengintegrasikan teknologi dengan drone atau pesawat nirawak yang dikontrol dari darat dan kapal perang. Cara ini jauh lebih efisien dalam memantau pergerakan kapal nelayan maupun kapal laut asing, demikian penjelasan Prasetyo Soenaryo.

Semenatara itu Profesor Singgih Trisulistyono, guru besar Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, menyatakan  hingga abad XX kepulauan dan karang di kawasan Kepulauan Spratlys dan Paracels merupakan terra nullius, atau wilayah yang tidak ada pemiliknya atau dalam sistem hukum barat disebut “nobody’s land”, tidak diduduki dan tidak diklaim oleh negara manapun. Pemukiman nelayan yang bersifat musiman (seperti yang menjadi dasar klaim Cina) dan eksplorasi pertambangan komersial (seperti dasar klaim Filipina) bukanlah merupakan sebuah pendudukan, paling tidak oleh sebuah negara.

“Memang pada tahun 1947 China meneluarkan peta yang memasukkan kawasan ini  sebagai wilayah mereka, namun tidak dengan koordinat yang jelas dan hanya di atas kertas saja,”kata Singgih. Dengan demikian klaim historis yang bersifat kontemporer tanpa dasar yang jelas tidak memiliki basis legal yang kuat. Menurut Singgih, bahwa pemerintah China lebih menonjolkan kekuatan militer namun dibungkus dengan diplomasi yang ambivalen. Diplomasi boleh menunjukkan pasang surut namun penguasaan atau pendudukan terus berjalan.

Bahkan Singgih menyatakan China bukanlah bangsa dan negara yang pertama-tama menjelajahi kawasan Laut China Selatan. Pelayaran Nusantara – China justru dirintis oleh orang-orang dari Nusantara, sejarah abad ke-5 masehi utusan-utusan dagang dari berbagai kerajaan di Nusantara sudah datang di China, misalnya dari Tarumanegara, Kalingga, Sriwijaya, Melayu, dan sebagainya. Tak satu pun ada berita bahwa China melakukan pelayaran ke Nusantara.

Pelayaran orang India dan Arab ke China juga memanfaatkan pandu dari orang Nusantara. Para pendeta China yang pergi ke India via Nusantara juga hanya menumpang kapal-kapal Nusantara atau pun kapal-kapal India. Palayaran China ke laut selatan kurang lebih baru intensif sejak abad ke-11 setelah mereka belajar perkapalan dari Nusantara yang datang ke pelabuhan pelabuhan mereka. Ingat bahwa ekspedisi alut selatan dinasti Yuan dapat dengan mudah dikalahkan oleh Kertanegara (Singasari) dan Raden Wijaya (Majapahit) pada abad ke-13.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

7 April 2022
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
Foto: http://dakwahislam.net/

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
Kirab Bendera Merah Putih Raksasa yang diadakan oleh Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Selasa (16/8) pagi. Dok: LDII Kediri.

Lima Penerapan Sumpah Pemuda dalam Kehidupan Sehari-Hari

28 Oktober 2022
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu (15/4) di Gedung DPD LDII Gresik. Dok: Lines.

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Prof. Dr. Ir. Dedid Cahya Happyanto, MT dikukuhkan sebagai Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) di Ruang Auditorium, Gedung Pascasarjana PENS, Surabaya, Selasa (21/3). Dok: LINES.

Kembangkan Mobil Listrik, Ketua Persinas ASAD Jatim Dikukuhkan Jadi Guru Besar ke-4 PENS

7
Ketua DPW LDII Amrodji Konawi didampingi pengurus harian, saat silaturahim Syawal di Kediaman KH. Hasan Mutawakkil Alalloh Ketum MUI Jatim di Probolinggo, pada 25 April 2023.

Safari Silaturahim Syawal LDII Jatim untuk Pererat Ukhuwah Islamiyah

6
LDII Kota Surabaya menggelar manajemen keuangan yang diselenggarakan di Masjid Nashrullah, Minggu (11/1). Foto: Dok. LINES Surabaya

Ratusan Remaja LDII Surabaya Ikuti Pembekalan Literasi Keuangan

12 Januari 2026
Peserta coaching clinic ujian praktik SIM mengikuti simulasi uji keterampilan berkendara sepeda motor yang digelar LDII Jember bekerja sama dengan Satlantas Polres Jember, Sabtu (10/1). Foto: Dok. LINES Jember

Coaching Clinic SIM oleh Polres Jember kepada Warga LDII, Tingkatkan Kesadaran Safety Riding

11 Januari 2026
Ketua DPD LDII Jember Akhmad Malik Afandi (kanan) menunjukkan buku program LDII kepada Pasiter Kodim 0824 Jember Lettu Inf Catur Purnomo Hadi (kiri) saat silaturahmi di Makodim 0824 Jember, Jumat (9/1). Salah satu materi dalam buku tersebut membahas wawasan kebangsaan. Foto: Dok. LINES Jember

Silaturahim LDII–Kodim Jember Perkuat Wawasan Kebangsaan

10 Januari 2026
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol R. Ahmad Nurwahid (kiri), berjabat tangan dengan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso (kanan) saat kunjungan silaturahim di Kantor DPP LDII, Jakarta, Jumat (9/1). Foto: Dok. LINES

Stafsus Menko PMK Kunjungi DPP LDII, Tekankan Sinergi Keagamaan dan Kebangsaan

10 Januari 2026

Komentar Terkini

  • Sofyan Gani A. pada Agung Riyanto Terpilih Aklamasi sebagai Ketua LDII Kota Kediri 2025-2030
  • Sofyan Gani A. pada Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
  • Nanang Naswito pada Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
  • Nanang Naswito pada Agung Riyanto Terpilih Aklamasi sebagai Ketua LDII Kota Kediri 2025-2030
  • Nanang Naswito pada LDII dan Warga Pacitan Gotong Royong Bersihkan Sungai, Jaga Kelestarian Mangrove
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • TERMS OF SERVICE
  • HUBUNGI KAMI

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.