SIDOARJO — PAC LDII Medaeng melaksanakan koordinasi untuk memperkuat sinergi dengan tiga pilar kewilayahan di Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Senin (22/12). Koordinasi tersebut diperkuat menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk menjaga keamanan wilayah dari potensi gangguan yang kerap meningkat.
Koordinasi melibatkan Senkom Mitra Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa. Selain fokus pada pengamanan wilayah, LDII juga menyiapkan sejumlah kegiatan keagamaan sebagai alternatif pengisian libur sekolah dan pergantian tahun.
Ketua PAC LDII Medaeng, Bayu Agung Satria, mengatakan warga LDII diarahkan mengisi libur Nataru dengan kegiatan yang terjadwal dan bermanfaat. Fokusnya pada pembinaan akhlak, kedisiplinan, serta penguatan pemahaman agama, khususnya bagi anak-anak dan remaja.
“Selama libur Natal, ada pengajian intensif dan pembinaan generasi muda. Kegiatannya kami susun agar liburan tetap produktif dan tidak diisi hal-hal yang berisiko,” kata Bayu.
Pada malam pergantian tahun, LDII juga mengondisikan warganya untuk tidak larut dalam euforia perayaan. Warga diarahkan mengikuti doa bersama, pengajian, dan refleksi diri.
“Ini bagian dari komitmen kami menjaga moral generasi muda sekaligus ikut menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” ujarnya.
Dari sisi pengamanan, Ketua Senkom Kabupaten Sidoarjo, Agus Mintono, menyatakan Senkom siap mendukung pengamanan Nataru bersama aparat kepolisian. Senkom terlibat langsung di sejumlah titik pengamanan, termasuk kawasan Terminal Bungurasih.
“Kami berkomitmen ikut menjaga ketertiban selama libur Nataru dan bersinergi dengan Polri di lapangan,” kata Agus.
Bhabinkamtibmas Desa Medaeng, Aiptu Fuad dari Polsek Waru, menilai pengisian libur dengan kegiatan keagamaan yang terarah turut membantu menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Peran aktif Senkom juga dinilai efektif mendukung tugas kepolisian.
Hal senada disampaikan Babinsa Desa Medaeng, Peltu Harries dari Koramil 0816/16 Waru. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, aparat kewilayahan, dan pemerintah desa menjadi kunci menjaga stabilitas wilayah selama libur panjang.
Sementara itu, Dewan Pembina PAC LDII Medaeng, Rusdi Faizal, menegaskan sinergi tiga pilar ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Dengan kerja sama seperti ini, masyarakat bisa menjalani libur Nataru dengan rasa aman dan nyaman,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kamtibmas, masyarakat juga diimbau mengisi libur dengan kegiatan positif, menghindari konvoi, pesta minuman keras, serta penggunaan petasan. Warga diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keamanan rumah saat bepergian, dan segera melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan. (bay/cak/wid).












