LAMONGAN — Pemahaman tentang kesucian diri menjadi fokus Kajian Thaharah yang diikuti ratusan remaja putri Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dari wilayah Maduran, Brondong, dan Paciran. Kegiatan tersebut digelar di Aula Babussalam, Desa Parengan, Minggu (18/1).
Kajian ini diikuti peserta dari berbagai jenjang usia, mulai dari kelas 5 sekolah dasar hingga remaja putri yang telah menyelesaikan pendidikan sekolah maupun perguruan tinggi. Materi yang disampaikan membahas bab thaharah perempuan, meliputi haid, nifas, dan istihadhah.
Ketua PC LDII Maduran, Marzuqi, menyampaikan bahwa kajian ini digelar untuk meningkatkan pemahaman remaja putri terkait ketentuan thaharah, khususnya yang berkaitan dengan kesucian diri perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketentuan thaharah pada remaja putri memang lebih banyak dan detail dibandingkan laki-laki. Karena itu, melalui kajian ini peserta dibekali pemahaman tentang tata cara bersuci yang benar, sehingga ibadah yang dijalankan dapat dilakukan sesuai ketentuan,” ujar Marzuqi.
Sementara itu, salah satu pemateri, Ustazah Hanik, menjelaskan bahwa materi kajian disampaikan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia serta latar belakang peserta yang beragam. Penyampaian dimulai dari materi dasar hingga pembahasan yang lebih mendalam.
“Pembekalan dimulai dari materi dasar agar peserta yang belum memahami menjadi tahu. Sedangkan yang sudah memahami dapat menambah dan memperdalam ilmunya, khususnya terkait haid, nifas, dan istihadhah,” jelas Hanik.
Menurut Hanik, pemahaman bab thaharah penting agar remaja putri mampu menjaga diri dari hadas dan najis dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, LDII berharap remaja putri memiliki bekal pemahaman keagamaan yang memadai dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (Tiara/sof/wid)












