KEDIRI — Penerapan pola makan gizi seimbang di lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui pemilihan makanan yang tepat dan beragam, keluarga tidak hanya mampu menjaga kesehatan anggota keluarga, tetapi juga meningkatkan produktivitas serta mencegah munculnya berbagai masalah gizi dan penyakit sejak dini.
Berangkat dari kesadaran tersebut, DPD LDII Kota Kediri mengedukasi para ibu melalui seminar bertajuk “Pentingnya Pola Makan Gizi Seimbang dalam Keluarga” yang digelar pada Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Pondok Tri Barokah Bangsal dan diikuti oleh ibu-ibu LDII se-Kota Kediri. Seminar ini menjadi bagian dari upaya LDII dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan berbasis rumah tangga.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan keluarga merupakan pondasi utama dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup seluruh anggota keluarga. Menurutnya, kesehatan keluarga sangat menentukan tumbuh kembang anak agar berlangsung secara optimal sejak usia dini.
Ia menambahkan bahwa peran ibu sangat menentukan dalam mengatur dan menjaga pola makan keluarga agar sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Ibu tidak hanya bertugas menyiapkan makanan, tetapi juga menjadi pendidik pertama dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.
“Kesehatan keluarga dimulai dari dapur rumah. Jika pola makan terjaga dengan baik, insyaallah anak-anak akan tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit akibat makanan,” ujar Agung Riyanto.
Seminar tersebut menghadirkan pakar gizi (dietisien) sekaligus Kepala Seksi Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Litbang RSUD Daha Husada Kediri, Nuzul Dwi Utami. Dalam paparannya, Nuzul menjelaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari sebagai kunci menjaga kesehatan keluarga dalam jangka panjang.
Ia memaparkan komposisi makanan sehat yang ideal, mulai dari karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, lemak sehat sebagai cadangan energi, hingga vitamin dan mineral yang berperan dalam menjaga fungsi organ dan daya tahan tubuh.
Nuzul juga menekankan bahwa kebutuhan gizi setiap anggota keluarga berbeda-beda, bergantung pada usia, tingkat aktivitas, serta kondisi kesehatan masing-masing. Oleh karena itu, menu makanan keluarga perlu disesuaikan agar kebutuhan gizi anak-anak, orang dewasa, hingga lansia dapat terpenuhi secara optimal.
“Masyarakat perlu membatasi konsumsi makanan instan serta makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak, serta membiasakan konsumsi sayur, buah, dan sumber protein yang berkualitas,” ujar Nuzul.
Menurutnya, pola makan yang tidak seimbang dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga gangguan kesehatan lainnya. Karena itu, edukasi gizi di tingkat keluarga dinilai sangat penting sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini.
Pada seminar kesehatan tersebut, para peserta juga diajak lebih cermat dalam memilih bahan makanan, membaca label gizi, serta mengatur porsi makan sesuai kebutuhan keluarga. Diharapkan, para ibu dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyajikan makanan sehat dan bergizi di rumah.
Dengan terpenuhinya gizi seimbang dalam keluarga, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, memiliki daya tahan tubuh yang baik, serta terhindar dari berbagai penyakit akibat pola makan yang kurang sehat. (kim/sof/wid)












