BANYUWANGI — DPD LDII Kabupaten Banyuwangi menggelar layanan kesehatan gratis bagi 59 warga lanjut usia (lansia) di Majelis Taklim Al Ihsan Hamdan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Minggu (19/7/2026). Pemeriksaan tersebut untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular di kalangan lansia.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) dan SMK Bina Sejahtera Mandiri itu meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan kadar gula darah. Dari hasil pemeriksaan, tim medis menemukan sejumlah peserta memiliki kadar gula darah tinggi sehingga disarankan menjalani pemeriksaan lanjutan dan menerapkan pola hidup sehat.
Anggota FKKI Banyuwangi, Ratri, mengatakan layanan kesehatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi kepada peserta mengenai pencegahan penyakit tidak menular.
“Bagi warga yang hasil pemeriksaan gula darahnya tinggi, kami memberikan pemahaman tentang pentingnya mengatur pola makan, membatasi konsumsi karbohidrat berlebih, serta menyarankan untuk melakukan kontrol di fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Ketua Majelis Taklim Al Ihsan Hamdan, Rudi Hidayat, mengapresiasi kolaborasi antara LDII Banyuwangi, FKKI, dan SMK Bina Sejahtera Mandiri. Menurut dia, layanan kesehatan tersebut membantu masyarakat, khususnya lansia, mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
“Program ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Dengan pemeriksaan sejak dini, mereka dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan lebih terdorong untuk menjaga pola hidup sehat,” kata Rudi.
Selain melayani masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana praktik lapangan bagi siswa SMK Bina Sejahtera Mandiri Banyuwangi. Di bawah pendampingan tenaga kesehatan, para siswa terlibat dalam proses pemeriksaan sekaligus belajar berinteraksi dengan masyarakat.
Salah seorang siswa, Royhan, mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui kegiatan tersebut. Menurut dia, praktik lapangan memberikan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di sekolah sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat.
“Awalnya saya sempat gugup, tetapi senang bisa ikut membantu para lansia. Kegiatan ini membuat kami belajar bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga tentang empati,” ujarnya.
Royhan berharap layanan kesehatan yang digelar DPD LDII Banyuwangi terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini penyakit. (kim/sof/wid)












