BANDUNG — Peningkatan kompetensi kepala sekolah kian mendesak untuk menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan pendidikan. Penguatan kapasitas kepala sekolah dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Pendidik Bandung Raya LDII menggelar Training of Trainer (ToT) Diklat Kepala Sekolah bagi satuan pendidikan di bawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Bandung Raya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (28/12) di Kantor Sekretariat DPW LDII Jawa Barat, Graha Aulia, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Wilayah Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, serta sebagian Kabupaten Sumedang.
Ketua Himpunan Pendidik Bandung Raya, Ade Rukmanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah agar mampu menjalankan tugas dan perannya secara profesional. Ia menyebut kepala sekolah perlu dibekali kompetensi yang menyeluruh, mencakup kemampuan manajerial, sosial, kepribadian, serta kepemimpinan pembelajaran.
“Melalui pembekalan teori dan praktik, kami berharap para peserta mampu menjadi kepala sekolah yang profesional sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” ujar Ade.
Selain penguatan kepemimpinan kepala sekolah, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya digitalisasi sekolah dan peran strategis guru. Para peserta didorong untuk memahami pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sekolah sekaligus mendukung guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang adaptif dan selaras dengan perkembangan zaman.
Ia menambahkan, ToT tersebut dirancang sebagai langkah awal untuk mencetak trainer-trainer muda di bidang pendidikan. Para peserta diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh agar dapat diterapkan di sekolah lain, khususnya di lingkungan pendidikan LDII.
Sementara itu, Trainer Pendidikan, Tutik Sumiati, menyampaikan bahwa program pelatihan ini disusun untuk menjawab kebutuhan sekolah dalam menghadapi tantangan perubahan sistem pendidikan. Materi pelatihan mencakup penguatan kepemimpinan kepala sekolah, adaptasi terhadap kebijakan pendidikan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan sekolah dan proses pembelajaran.
“Pelatihan ini disusun untuk membantu sekolah beradaptasi dengan perubahan sistem pendidikan, baik dari sisi kepemimpinan, kebijakan, maupun pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran,” ujar Tutik. (kim/sof/wid)












