LAMPUNG — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung menilai penguatan komunikasi publik menjadi langkah strategis bagi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam membangun pemahaman masyarakat yang objektif. Selain itu bisa meluruskan berbagai stigma negatif yang masih berkembang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Provinsi Lampung, Ahmad Jauhari, saat menerima kunjungan silaturahim pengurus DPW LDII Provinsi Lampung, Selasa (6/1).
Menurut Ahmad Jauhari, di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi, organisasi kemasyarakatan dituntut mampu mengelola komunikasi yang terbuka dan berorientasi jangka panjang. Ia menilai, sejumlah tuduhan negatif yang kerap dialamatkan kepada LDII tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa klarifikasi yang berbasis data dan karya nyata.
“Komunikasi publik yang terencana dan konsisten akan membantu masyarakat melihat LDII secara lebih utuh. Fakta dan kontribusi di lapangan adalah jawaban paling efektif terhadap berbagai stigma,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membangun jejaring komunikasi yang luas, tidak hanya dengan pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga dengan ormas lain, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, keterbukaan dan kolaborasi menjadi kunci terciptanya kepercayaan publik.
Ahmad Jauhari juga menyoroti peran media sosial sebagai ruang strategis untuk menyampaikan narasi positif. Ia menilai, media digital dapat menjadi sarana edukasi publik sekaligus etalase aktivitas organisasi.
“Melalui media sosial, LDII dapat menunjukkan program-program kebangsaan, sosial, dan keagamaan secara transparan dan berkelanjutan,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, H. Heri Sensustadi, menyatakan bahwa LDII berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi dan membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
“Sejak awal, LDII membuka diri untuk berdialog dan bekerja sama dengan pemerintah, aparat, maupun ormas lainnya. Prinsip kebersamaan dan persatuan selalu kami kedepankan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, DPW LDII Lampung telah memanfaatkan berbagai platform digital untuk mengomunikasikan program kerja organisasi. Fokus utama LDII saat ini adalah delapan bidang pengabdian untuk bangsa, yang mencakup aspek kebangsaan, keagamaan, pendidikan, serta sosial kemasyarakatan.
“Tugas kami bukan sekadar berdakwah, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat. Itu yang terus kami sampaikan kepada publik,” jelasnya.
Terkait masih adanya pandangan negatif terhadap LDII, Heri menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam kehidupan berorganisasi. Menurutnya, LDII terus memilih jalan dialog, keterbukaan, dan kerja nyata sebagai respons utama.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung, Ahmat Nurdin, menambahkan bahwa sejak tahun 2006 LDII telah melakukan pembenahan internal melalui penerapan paradigma baru organisasi. Paradigma tersebut menjadi fondasi perubahan menuju LDII yang lebih inklusif, moderat, dan toleran.
“Paradigma baru ini memperkuat komitmen LDII untuk ikut menjaga persatuan nasional dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan, di tingkat masyarakat, warga LDII aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari gotong royong, aksi kemanusiaan, pembinaan generasi muda, hingga penguatan wawasan kebangsaan.
“LDII ingin hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial,” katanya.
Melalui silaturahim ini, DPW LDII Provinsi Lampung berharap sinergi dengan Kesbangpol Provinsi Lampung semakin erat. LDII juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta memperkuat peran sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang kontributif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. (sof/wid)












