NGANJUK — Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah mengikuti diklat dan tes calon muballigh serta muballighot LDII, Senin (12/1). Kegiatan yang berlangsung di aula ponpes tersebut diisi dengan pembekalan dari Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Sinasan.
Dalam penyampaiannya, Sinasan menekankan pentingnya etika dalam berdakwah. Menurutnya, dakwah harus dilakukan dengan cara yang baik agar pesan agama bisa diterima oleh masyarakat dan tidak menimbulkan masalah.
“Dakwah itu tujuannya mengajak dan merangkul. Kalau caranya tidak tepat, niat baik justru bisa menyinggung atau menyakiti orang lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berdakwah bukan hanya soal menyampaikan kebenaran, tetapi juga memperhatikan cara berbicara, sikap, dan pendekatan kepada masyarakat. Dengan etika yang baik, pesan dakwah akan lebih mudah diterima.
Sinasan juga mengingatkan para santri tentang tantangan dakwah di era digital dan media sosial. Menurutnya, media sosial saat ini sangat cepat menyebarkan informasi, sehingga dai dan daiyah harus lebih bijak dalam menyampaikan pesan keagamaan.
“Sekarang berdakwah itu tantangannya besar. Media sosial sangat ramai dan sulit dikendalikan. Karena itu, dakwah harus disampaikan dengan cara yang santun dan bijak,” jelasnya.

Ia mengajak para calon muballigh dan muballighot untuk berpedoman pada ajaran Al-Qur’an, khususnya dalam Surah An-Nahl, yaitu berdakwah dengan bijaksana, memberi nasihat yang baik, dan berdialog dengan cara yang terbaik. Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan dakwah dengan kondisi orang yang diajak.
“Setiap orang itu berbeda-beda, jadi cara mendekatinya juga tidak bisa disamakan,” tambahnya.
Usai kegiatan, Sinasan memuji kedisiplinan para santri Ponpes Al Ubaidah yang berasal dari berbagai daerah. Menurutnya, sikap tertib dan serius dalam mengikuti kegiatan merupakan modal penting untuk menjadi muballigh dan muballighot yang baik.
“Ribuan santri bisa mengikuti kegiatan dengan tertib dan tenang. Ini menunjukkan kesiapan mereka untuk terjun berdakwah di masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap para santri dapat menjadi pendakwah yang tidak hanya paham ilmu agama, tetapi juga memiliki sikap yang baik dan beretika saat menyampaikan dakwah di tengah masyarakat. (pid/sof/wid)












