SURABAYA — Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, DPW LDII Jawa Timur menyiapkan generasi muda agar mampu mengelola informasi yang akurat. Komitmen tersebut disampaikan dalam Pelatihan Jurnalistik di Gedung Serbaguna Sabilurrosyidin, Surabaya, Sabtu (7/2).
Kegiatan bertema “Penguatan Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital” itu diikuti perwakilan Bagian KIM DPD LDII se-Jawa Timur.
Wakil Ketua DPW LDII Jatim, Agung Riyanto, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membuka jejaring sekaligus meningkatkan kemampuan kader daerah dalam menyusun berita sesuai kaidah jurnalistik.
“Ini adalah bentuk dakwah bil hal. Kami berharap peserta bisa menyerap materi dan langsung mempraktikkan penulisan berita di daerah masing-masing,” ujar Agung.
Ia menambahkan, sebagian besar anggota KIM di tingkat daerah masih tergolong baru sehingga membutuhkan peningkatan kapasitas agar mampu menghasilkan berita yang faktual dan berkualitas secara berkelanjutan.

Ketua Biro KIM DPW LDII Jatim, Sofyan Gani Aldinata, menekankan pentingnya menjaga kualitas dan aktualitas informasi di tengah persaingan kecepatan media sosial.
“Buatlah berita berdasarkan fakta dengan data yang segar. Jika sudah lewat waktunya, informasi tersebut tidak lagi memiliki daya tarik,” katanya.
Sementara itu, anggota KIM DPW LDII Jatim, Widi Yunani, menyoroti pentingnya nilai berita (news value) agar informasi kegiatan dapat dilirik media arus utama. Menurutnya, informasi harus memiliki dampak atau relevansi luas bagi masyarakat.
Ia juga mengimbau tim media dan masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi atau check and re-check terhadap informasi yang beredar guna menghindari penyebaran hoaks.
Melalui penguatan literasi media menjelang Ramadan, LDII Jawa Timur berharap berbagai kegiatan di tingkat akar rumput tidak hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga tersampaikan secara akurat dan profesional kepada publik. (kim/sof/wid)












