SURABAYA — Sebanyak 30 anak yatim di Kelurahan Gunung Anyar menerima bantuan parsel dalam kegiatan santunan yang digelar Yayasan Seribu Senyum, Selasa (17/3) di Komplek Masjid Nurul Hikmah.
Bantuan tersebut merupakan donasi siswa SD Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) yang disalurkan melalui kerja sama dengan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kelurahan Gunung Anyar dan difasilitasi PC LDII Gunung Anyar di komplek Masjid Nurul Hikmah.
Pengurus Yayasan Seribu Senyum Ilham Dimas, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan pihak donatur yang kemudian disalurkan kepada anak-anak yatim di wilayah Surabaya, khususnya Gunung Anyar.
“Alhamdulillah, sore hari ini kami mendapatkan bantuan parsel dari Sekolah Alam Insan Mulia yang kemudian kami salurkan kepada anak-anak yatim di wilayah Surabaya, salah satunya di Kelurahan Gunung Anyar,” ujar Ilham Dimas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada IPSM Kelurahan Gunung Anyar dan PC LDII Gunung Anyar yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” kata Ilham Dimas.

Sebanyak 30 paket parsel dibagikan kepada anak-anak yatim dalam kegiatan yang melibatkan unsur masyarakat setempat tersebut. Menurut Ilham Dimas, kegiatan ini juga membawa pesan kepedulian sosial dari anak-anak seusia para penerima bantuan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman seusia mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi. Harapannya, anak-anak yang menerima bantuan ini juga bisa tumbuh dengan semangat berbagi,” jelasnya.
Ketua IPSM Gunung Anyar, Erna Yuliaty, mengatakan kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama berbagai pihak dan berjalan lancar. “Alhamdulillah hari ini bisa bekerja sama dengan Yayasan Seribu Senyum dan para donatur dalam menyalurkan 30 paket parsel untuk yatim piatu. Kegiatan berjalan lancar dengan dukungan IPSM, PC LDII Gunung Anyar, serta Takmir Masjid Nurul Hikmah sebagai tempat pelaksanaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga membawa harapan bagi anak-anak penerima manfaat. “Ke depan, kami berharap anak-anak ini tidak hanya menerima, tetapi juga dapat tumbuh menjadi pribadi yang mau berbagi,” kata Erna. (sof/wid)












