Dewan Penasihat DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Edy Suparto mengingatkan pentingnya memperkuat soliditas organisasi dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026, Senin (16/2). Kegiatan ini digelar secara hybrid dari Kantor DPP LDII di Jakarta dan diikuti pengurus DPW serta DPD LDII se-Indonesia.
Dalam arahannya, Edy menekankan bahwa konsolidasi nasional menjadi kunci agar organisasi tetap kompak dan bisa memberi kontribusi nyata bagi bangsa. Menurut dia, kekuatan organisasi ada pada kebersamaan dan kesamaan langkah.
“Kalau konsolidasi kuat, LDII akan semakin solid dan mampu memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta mensyukuri perjalanan LDII yang kini memasuki usia 54 tahun. Bagi Edy, usia tersebut menjadi bukti konsistensi organisasi dalam berkiprah untuk umat dan negara.
“LDII sudah 54 tahun. Ini patut kita syukuri dan banggakan bersama,” katanya.
Tak hanya itu, Edy menegaskan bahwa kerukunan tidak cukup berhenti pada slogan. Kerukunan harus tampak dalam keseharian organisasi, terutama lewat komunikasi antarwarga.
Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi cerminan pembinaan karakter. Karena itu, tutur kata perlu dijaga dengan etika dan kebijaksanaan.
“Berkomunikasi itu harus enak didengar, pahit madu, toto kromo, dan tahu papan empan adepan,” pesannya.
Selain komunikasi, Edy juga mengingatkan pentingnya sikap jujur dan amanah. Dua hal tersebut, kata dia, menjadi fondasi membangun kepercayaan, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat.
“Setiap warga LDII harus bisa dipercaya dan juga mampu mempercayai orang lain,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyebut Rapimnas bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini menjadi ruang evaluasi bersama untuk melihat kembali program kerja di semua tingkatan kepengurusan.
“Ini saatnya introspeksi. Kalau ada program yang perlu dibenahi atau ditingkatkan, kita perbaiki demi kemajuan organisasi,” pungkasnya. (ysy/cak/wid).












