BANYUWANGI — Upaya membangun keluarga harmonis terus dilakukan Wanita LDII Kabupaten Banyuwangi dengan melatih kemampuan mengelola emosi, etika, dan kepribadian bagi kalangan remaja putri serta ibu rumah tangga.
Sebanyak 200 remaja putri dan ibu rumah tangga LDII se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti pengajian akbar Etika dan Kepribadian Keluarga di PPPM Nurul Huda, Minggu (27/9/2026).
Menurut Ketua Wanita LDII Banyuwangi Tutik Andayaningrum, perempuan memegang peran kunci dalam membentuk karakter keluarga, terutama di tengah tantangan era digital.
”Peran wanita, baik sebagai calon ibu maupun ibu rumah tangga, adalah madrasah pertama (madrasatul ula) dalam keluarga. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali para remaja putri dan ibu-ibu LDII tidak hanya dengan pemahaman agama yang kuat, tetapi juga etika pergaulan, kepribadian yang luhur, serta kematangan emosional,” ujar Tutik.
Pembinaan mental dan spiritual disampaikan Dewan Penasihat Daerah (Wanhatda) DPD LDII Kabupaten Banyuwangi KH Hariadji Sugito. Ia menekankan pentingnya akhlakul karimah dalam membangun keharmonisan keluarga.
Hariadji mengajak peserta mempererat keharmonisan keluarga dengan mempraktikkan Enam Tabiat Luhur, yakni rukun, kompak, kerja sama, jujur, amanah, dan kerja keras.
Sementara itu, Direktur Kursus Etika dan Kepribadian Yayasan Paramitha Tatik Risbiyanti Waluyo memberikan pembekalan mengenai tata krama, citra diri positif, etika berkomunikasi, dan pengelolaan emosi.
Menurut Tatik, kemampuan berkomunikasi secara santun, menjaga penampilan, serta mengelola emosi merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat di lingkungan keluarga.
Pengajian yang digelar melalui kerja sama Wanita LDII Banyuwangi dan Yayasan Paramitha tersebut berlangsung interaktif. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama pengurus Wanita LDII Banyuwangi serta para narasumber. (one/sof/wid)












