JAKARTA — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam, wafat pada Selasa (14/7) pukul 03.30 WIB di Rumah Sakit Veteran dr Suyoto, Jakarta. Ia meninggal dunia dalam usia 72 tahun.
Menurut dr Dani Pramudya, dokter yang mendampingi almarhum, Abdullah Syam mengalami komplikasi diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung. Sebelum wafat, ia sempat menjalani perawatan selama lima hari di rumah sakit dan diizinkan pulang setelah kondisinya stabil. Namun, setibanya di rumah, kesehatannya kembali menurun hingga akhirnya dirawat kembali sampai meninggal dunia.
Abdullah Syam memimpin DPP LDII selama empat periode, yakni 1998–2005, 2005–2011, 2011–2016, dan 2016–2021. Dalam masa kepemimpinannya, ia dinilai membawa organisasi bergerak lebih inklusif serta adaptif terhadap dinamika sosial dan politik nasional.
Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo menuturkan, pada masa reformasi Abdullah Syam memanfaatkan momentum keterbukaan dengan menerbitkan Majalah Nuansa yang memiliki izin resmi penerbitan. Langkah itu dinilai memperluas komunikasi organisasi dengan masyarakat.
Selain aktif di organisasi, Abdullah Syam juga dikenal sebagai birokrat dan peneliti di Kementerian Kehutanan. Ia kerap mengunjungi warga LDII di berbagai daerah, termasuk wilayah perbatasan seperti Pulau Sebatik, serta menemui pelajar dan pekerja Indonesia di luar negeri untuk memantau pembinaan generasi muda.
Pada 2007, ia menggagas “Paradigma Baru” yang mendorong hubungan lebih erat antara LDII dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sejak itu, sejumlah warga LDII terlibat dalam kepengurusan MUI Pusat, dan Abdullah Syam sendiri menjadi anggota Dewan Pertimbangan MUI. Pada 2012, ia juga ditunjuk sebagai anggota Amirul Haj bersama sejumlah tokoh ormas Islam lainnya.
Sekretaris Umum DPP LDII Dody T. Wijaya menambahkan, pada 2016 Abdullah Syam meluncurkan program “Gerakan Ayo Menghormati Guru” yang mengajak masyarakat menghargai peran guru, baik di lembaga pendidikan formal maupun nonformal.
DPP LDII menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis Rumah Sakit Veteran dr Suyoto yang telah memberikan perawatan maksimal kepada almarhum. Organisasi berharap pengabdian Abdullah Syam selama memimpin menjadi warisan berharga bagi LDII dan umat Islam pada umumnya.












