SURABAYA — Transformasi digital di era industri 4.0 mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi, terutama dalam strategi pemasaran berbasis daring. Menjawab kebutuhan tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur menggelar pelatihan bertajuk “Pelaku Bisnis UMKM Menyongsong Era Ekonomi Digital”, Minggu (17/11), di Aula Pondok Sabilurrosyidin, Surabaya.
Pelatihan yang diikuti 78 peserta dari Jombang, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto itu bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam memahami serta memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha.
Ketua Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) DPW LDII Jawa Timur, Dadang Zahrawanugraha, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan warga LDII agar mampu bersaing di tengah kompetisi usaha yang semakin ketat.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM agar memahami alur teknologi digital yang berkembang saat ini, khususnya dalam pemasaran produk,” ujar Dadang saat mendampingi peserta pelatihan.
Menurut dia, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara DPP LDII dan program Gapura Digital yang sebelumnya dilakukan di Jakarta. Melalui kolaborasi itu, peserta mendapatkan materi praktis terkait strategi pemasaran digital, termasuk pembuatan dan pengelolaan situs web untuk mendukung promosi usaha.
Perkembangan UMKM yang semakin kompetitif menuntut pelaku usaha tidak hanya menjaga kualitas produk dan ketersediaan barang, tetapi juga memperkuat strategi digital marketing. Tanpa adaptasi, pelaku usaha konvensional berisiko tertinggal.
Salah satu peserta, Helen, mahasiswa sekaligus santriwati Pondok Gading Mangu, Jombang, mengaku telah memanfaatkan pemasaran digital sederhana melalui aplikasi pesan singkat untuk menjual kurma impor dari Arab Saudi. Saat ini, omzet yang diraihnya mencapai sekitar Rp 2 juta per bulan dan meningkat hingga Rp 10 juta per bulan saat Ramadhan.
“Pemasaran lewat WhatsApp cukup efektif menjangkau pelanggan. Ke depan, saya ingin mengembangkan pemasaran melalui platform digital lain agar lebih luas,” ujarnya.
Peserta lainnya, pasangan suami istri asal Mojokerto yang telah lima tahun menjalankan usaha pakaian dalam pria dan wanita, mengaku omzet usahanya kini mencapai Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per bulan. Selama ini, usaha tersebut masih dijalankan secara konvensional.
Pemateri dari Gapura Digital, Wildan Bagus Wirawan, menjelaskan bahwa materi pelatihan difokuskan pada strategi pemasaran digital yang aplikatif, termasuk tips membuat website yang efektif dan mudah diakses konsumen.
“Harapannya, peserta mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan digital marketing,” kata Wildan.
Melalui pelatihan ini, LDII Jawa Timur berharap pelaku UMKM, khususnya generasi muda, semakin siap menghadapi tantangan ekonomi digital serta mampu mengoptimalkan teknologi sebagai sarana pertumbuhan usaha.











