LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Menguatkan Jati Diri Bangsa di Era Globalisasi

Sofyan Gani A. by Sofyan Gani A.
28 Oktober 2018
in NASIONAL
35 3
0
Menguatkan Jati Diri Bangsa di Era Globalisasi
36
SHARES
38
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Jakarta (28/10). Menjelang suksesi dalam kepemimpinan nasional pada Pilpres 2019, mengingat kembali Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 menjadi sangat penting. Bangsa ini telah terpolarisasi akibat politik identitas, yang mengancam persatuan bangsa.

“Siapapun atau bagaimanapun pemimpin Indonesia, bias semua elitpolitik berjalan sendiri-sendiri, mementingkan kelompok dan golongannya, Indonesia tak akan maju. Bangsa Indonesia harus mengenang kembali tekad para intelektual muda era pergerakan nasional, mereka menginginkan Indonesia yang bersatu,” ujar Ketua DPP LDII, Iskandar Siregar.

Terutama, menurut Iskandar, para generasi muda sebagai penerus perjuangan mewujudkan cita-cita bangsa, harus memahami benar makna dan pesan Sumpah Pemuda 1928. “Setidaknya pemuda memiliki tiga peran utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini,” ujar Iskandar.

Pertama, sebagai generasi penerus yang konsisten melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya. Kedua, sebagai generasi pengganti para generasi tua yang belum mampu mengemban amanat. Ketiga, sebagai generasi pembaharu yang bersungguh-sungguh berjuang mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa. Ada kesadaran moral dengan komitmen kebangsaan untuk menjunjung tinggi keyakinan, nilai, norma, simbol, rasa cinta tanah air, yang mempertautkan kebhinekaan dalam jiwa kesatuan dan persatuan.

Generasi muda jangan terjebak dalam dinamika Pilpres 2019, yang cenderung membahayakan bangsa. Namun mengambil sikap kritis dalam semangat Sumpah Pemuda 1928. Persoalannya, Iskandar menduga generasi muda tak banyak yang peduli dengan cita-cita pendiri bangsa ini, kurang memahami perjuangan generasi pendahulunya.

Iskandar melihat para pemuda sebagian besar tenggelam dalam pola hidup hedonisme, larut dalam budaya konsumtif, asyik dengan dunianya sendiri, cenderung bermental jalan pintas, dan koruptif. Bahkan lebih mengutamakan kepetingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama atau kemashalatan umum. Mereka kurang peduli atau peka terhadap realitas sosial yang terjadi di sekitarnya.

“Hal tersebut membuat pudarnya nasionalisme yang telah dibangun generasi tua sebelumnya. Dan pemuda Indonesia dewasa ini sepertinya telah banyak kehilangan jati dirinya, terutama dalam hal wawasan kebangsaan dan patriotisme (cintatanah air) Indonesia,” papar Iskandar.

Lantas apa solusinya? Perlu re-thinking (pemikiran kembali) dan re-inventing (penemuan kembali) dalam nation character building (pembangunan karakter bangsa) bagi pemuda yang berwawasan kebangsaan dan patriotisme untuk menemukan kembali jati diri bangsa.

Pada tahun 1928 pemuda Indonesia mengguncang dunia dengan manifesto heroic dengan mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Pemuda Indonesia menjadi pionir dalam proses bangkitnya bangsa Indonesia untuk melakukan perlawanan sistematis terhadap imperalisme (penjajahan) – yang diikuti bangsa-bangsa lain di Asia dan Afrika.

Pengarang kawakan T.S. Elliot (1888-1965), pemenang Hadiah Nobel Kesusasteraan 1948, mengatakan “We shall not cease from exploration, and the end of all our exploring will be to arrive where we started and know the place for the first time.” Terjemahan bebasnya kurang lebih, “Kita tidak akan berhenti bereksplorasi, dan akhir dari semuanya ialah, kita tiba di tempat dari mana kita telah berangkat, dan mengenalinya untuk pertama kali.”

Kini dengan revolusi teknologi transportasi, komunikasi, dan informasi, dunia kian menjadi satu di era globalisasi. Di era ini mengalir arus barang, jasa, informasi dan gaya hidup, yang melintas batas-batas nasional secara cepat dan intensif. Unsur-unsur global berjumpa dengan unsur-unsur lokal. Terjadilah proses globalisasi. Kita dapat aktif berpikir global dan bertindak lokal, serta berpikir local dan bertindak global.

Sikap ini hanya bias terwujud bila, Pertama, orang harus tahu diri, kenal diri, dan kendali diri ketika berjumpa dengan orang lain di dalam masyarakat yang kian majemuk. Kedua, orang harus mau dan mampu membuka diri ketika berinteraksi dengan orang lain. Interaksi dengan orang lain bukanlah antara subyek dan obyek, melainkan antara subyek dan subyek yang bermartabat.

Dalam interaksi ini bias mencontoh petuah dari Mahatma Gandhi yang mengatakan, “Saya tidak mau rumahku dikelilingi tembok di semua arah dan jendelaku terkunci rapat. Saya mau kebudayaan semua negeri berembus sebebas mungkin kearah rumahku. Tetapi saya menolak diriku dihempaskan dari tempat kakiku berpijak oleh apapun yang berembus dari luar.”

Selain itu bias mencuplik perkataan Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16 (1860), “Tempatkan kakimu di tempat yang tepat, lalu berpijak teguh di situ.” Dengan kata lain berkelanalah kemana-mana, tetapi kembalilah kepada jati diri bangsa bukan sebaliknya kita kehilangan orientasi atau malah menjadi faktor yang mendorong disrupsi kebangsaan.

Nah modal bangsa berupa Sumpah Pemuda 1928 ini harus dikelola dan menjadi semangat perubahan. Agar Indonesia menjadi bangsa yang terdepan di segala bidang.

Tags: era globalisasijati diri bangsaLDIIsumpah pemuda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 sukses ramadhan

Kunci 5 Sukses Ramadhan

7 April 2022
Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Sejarah dan Profil Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

10 November 2016
Foto httpdakwahislamnet

Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

8 Juni 2016
⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

⁠⁠⁠Profil Pondok Pesantren Gadingmangu

10 November 2016
workshop digital marketing ldii bangkalan

Gelar Workshop Digital Marketing, LDII Bangkalan Dorong Generasi Muda Jadi Entrepreneur

10
Pelatihan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal oleh DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu 154 di Gedung DPD LDII Gresik Dok Lines

Persiapan Idul Fitri, LDII Jatim Adakan Pelatihan Penentuan Hilal Awal Syawal

8
Prof Dr Ir Dedid Cahya Happyanto MT dikukuhkan sebagai Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana PENS Surabaya Selasa 213 Dok LINES

Kembangkan Mobil Listrik, Ketua Persinas ASAD Jatim Dikukuhkan Jadi Guru Besar ke-4 PENS

7
Ketua DPW LDII Amrodji Konawi didampingi pengurus harian saat silaturahim Syawal di Kediaman KH Hasan Mutawakkil Alalloh Ketum MUI Jatim di Probolinggo pada 25 April 2023

Safari Silaturahim Syawal LDII Jatim untuk Pererat Ukhuwah Islamiyah

6
Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz Gus Kikin menyambut Ketua DPW LDII Jatim H Moch Amrodji Konawi kanan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Sabtu 2832026 Foto LINES Jatim

Silaturahim Syawal LDII Jatim ke Tebuireng, Rawat Kebersamaan Umat

29 Maret 2026
Pengurus DPW LDII Jatim saat silaturahim ke Ketua Umum Pengurus Pusat MUI Gus War di Kediri Foto LINES Jatim

Jelang Munas X 2026, LDII Jatim Silaturahim ke Ketua Umum MUI

29 Maret 2026
Silaturahim Syawal pengurus DPW LDII Jawa Timur dengan Wakil Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof KH Halim Soebahar di Jember Foto LINES Jatim

LDII Jatim Silaturahim ke Waketum MUI Jatim, Perkuat Pembinaan Umat

28 Maret 2026
Pengurus DPW LDII Jatim saat bersilaturahim dengan Prof KH Noor Harisudin di Jember Foto LINES Jatim

Silaturahim Syawal LDII Jatim, Jaga Komunikasi dan Kebersamaan Umat

29 Maret 2026

Komentar Terkini

  • Anonim pada Ketua PCNU Kediri: Ramadan Ajarkan Kesabaran dan Toleransi
  • Zidane Alfin pada Menjelang Buka Puasa, Warga LDII Wonocolo Latihan Pencak Silat Bersama PERSINAS ASAD
  • Lilik Indarti pada LDII Bangkalan Salurkan 75 Paket Santunan Ramadan untuk Anak Yatim dan Keluarga Beruntung
  • Yadi pada Bawa Hidangan dalam Rantang, Wali Kota Mojokerto Buka Puasa Bersama Warga LDII
  • Adi Kurniawan pada Terpilih Aklamasi, H. Suhartono Kembali Nakhodai LDII Kota Mojokerto
  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.