KEDIRI — DPD LDII Kabupaten Kediri menggelar Festival Anak Saleh LDII untuk mengevaluasi kemampuan santri melalui lima cabang perlombaan. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 santriwan dan santriwati itu berlangsung di Aula Baitul A’la, Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Minggu (20/9/2026).
Lima cabang yang diperlombakan meliputi azan, qiraah, tahfizul Qur’an, pildacil, dan cerdas cermat. Peserta berasal dari santriwan dan santriwati yang mengikuti pembinaan di TPQ di bawah naungan LDII di wilayah Kecamatan Purwoasri, Kunjang, dan Plemahan.
Ketua Panitia Festival Anak Saleh Abdul Ghofur mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana memotivasi santri untuk meningkatkan kemampuan keagamaan, akhlak, dan kemandirian.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan motivasi kepada santriwan dan santriwati, khususnya di tingkat TPQ, untuk meningkatkan kemampuan, pemahaman agama, akhlakul karimah, dan kemandirian,” ujar Abdul Ghofur.
Festival Anak Saleh LDII tersebut juga dilengkapi sejumlah stan bazar yang dikelola remaja. Kegiatan ini menjadi wadah bagi remaja untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal kegiatan kewirausahaan.
Menurut Abdul Ghofur, Festival Anak Saleh telah memasuki periode kedua dengan penyelenggaraan setiap dua tahun. Pada pelaksanaan kali ini, terdapat perkembangan dalam kemandirian peserta maupun pengelolaan kegiatan.
“Alhamdulillah banyak peningkatan, baik dari aspek kemandirian santriwan dan santriwati maupun dalam penyelenggaraan lomba yang semakin profesional,” katanya.
Dewan Pembina DPD LDII Kabupaten Kediri KH Sunarto mengatakan festival dapat menjadi sarana untuk melihat sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan santri yang telah dilakukan selama ini.
“Ini merupakan upaya untuk mengarahkan dan memberikan bimbingan kepada generasi penerus agar memiliki pemahaman agama yang kuat, berakhlakul karimah, dan mandiri,” ujar Sunarto.
Menurut Sunarto, hasil perlombaan dapat menjadi salah satu gambaran perkembangan kemampuan santri. Ia berharap kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkala sehingga potensi anak dapat terus dikembangkan melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. (rzy/sof/wid)












