KEDIRI — Warga Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Bandar Kidul bersama guru, pengurus, dan santri Pondok Pesantren Nurul Hakim Al Fatah menggelar kerja bakti nasional di lingkungan pesantren, Kediri, Minggu (16/8). Kegiatan bertajuk “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Para peserta bergotong royong membersihkan dan menata lingkungan pesantren. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara masyarakat dan lingkungan pesantren.
Ketua PAC LDII Bandar Kidul Anas Rofiudin mengatakan, kerja bakti merupakan salah satu cara mengisi kemerdekaan. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan memperkuat budaya gotong royong, terutama di kalangan generasi muda.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang menjaga kebersihan, tetapi juga bagaimana kita membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong,” kata Anas.
Ia mengatakan, semangat kebersamaan perlu terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat dan tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan.
“Kalau kita hanya sibuk di layar masing-masing, kita lupa bahwa ada hal-hal penting yang hanya bisa dirasakan ketika kita hadir secara fisik, berkeringat bersama, dan melihat hasilnya secara nyata. Itu yang ingin kita jaga,” ujar Anas.
Ketua Pondok Pesantren Nurul Hakim Al Fatah Eko Hery Santoso mengapresiasi keterlibatan warga PAC LDII Bandar Kidul dalam kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara masyarakat dan pesantren perlu terus dijaga dan dikembangkan.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran warga PAC LDII Bandar Kidul yang mau bersama-sama turun tangan. Pesantren bukan hanya milik santri dan pengurus, tetapi juga milik masyarakat sekitar yang peduli,” kata Eko.
Menurut Eko, lingkungan pesantren yang bersih dan nyaman turut mendukung kegiatan belajar dan ibadah para santri. Karena itu, kerja bakti dinilai memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menjaga kebersihan lingkungan.
“Lingkungan yang bersih dan nyaman itu dampaknya langsung terasa ke kualitas belajar dan ibadah para santri. Jadi ini bukan sekadar kerja bakti biasa, ini investasi untuk mereka,” ujarnya. (kim/ham/wid)












