JEMBER — Penanaman 29 Karakter Luhur menjadi salah satu fokus pembinaan generasi penerus dalam Festival Anak Sholeh (FAS) 2026 yang digelar PC LDII Tanggul bersama PC LDII Semboro, Minggu (2/8). Selain mengevaluasi pembelajaran agama, kegiatan di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, itu menjadi sarana membiasakan nilai karakter dan kemandirian pada anak.
FAS 2026 diikuti generasi penerus usia dini hingga sekolah dasar. Sejumlah perlombaan digelar untuk mengukur kemampuan anak sekaligus memberikan pengalaman belajar melalui kegiatan yang sesuai dengan usia mereka.
Perlombaan tersebut meliputi berbagai kegiatan keagamaan dan keterampilan. Melalui kegiatan itu, anak tidak hanya dituntut memahami materi yang telah dipelajari, tetapi juga dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan berani menunjukkan kemampuan.
Ketua PC LDII Tanggul Riyadi mengatakan, FAS bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi penerus sejak dini.
“Generus yang luhur budinya akan menjadi fondasi utama dalam mencetak Generasi Emas Jember yang lebih baik di masa depan. Pembinaan ini harus terus kita kawal agar mereka memiliki ketahanan moral dan kecerdasan spiritual yang seimbang,” kata Riyadi.
Menurut Riyadi, penanaman 29 Karakter Luhur penting dilakukan di tengah perkembangan zaman. Pembinaan secara berkelanjutan diperlukan agar nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami anak, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dewan Penasihat LDII Jember H Budiono mengatakan, pembinaan karakter sejak usia dini merupakan proses jangka panjang. Nilai yang diberikan kepada anak diharapkan menjadi bekal ketika mereka tumbuh dewasa.
“Ilmu yang kita tanamkan kepada generasi muda yang dibina sejak kecil agar memiliki karakter luhur, harapannya saat dewasa nanti mereka benar-benar tumbuh menjadi pribadi yang luhur dalam berpikir maupun bertindak,” ujar Budiono.
Kolaborasi PC LDII Tanggul dan PC LDII Semboro dalam FAS 2026 juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan generus. Kegiatan bersama tersebut mempertemukan anak-anak dari dua wilayah dalam suasana belajar dan berkompetisi.
Pembinaan tidak hanya berlangsung saat festival. Hasil yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pembina untuk melihat perkembangan anak dan menentukan hal-hal yang masih perlu diperkuat dalam proses pembinaan berikutnya. (kim/sof/wid)












