SURABAYA — Pendidikan anak dimulai dari rumah. Di sanalah seorang ibu menjadi madrasah pertama, sementara ayah hadir melalui nasihat, keteladanan, dan perhatian yang membentuk karakter serta cara pandang anak terhadap kehidupan.
Gagasan itu menjadi pokok bahasan dalam pengajian rutin PC LDII Gunung Anyar di Masjid Nurul Hikmah, Surabaya, Senin (6/7). Ustaz Abdullah Salam mengajak para orangtua membangun kolaborasi dalam mendampingi tumbuh kembang anak agar pendidikan di lingkungan keluarga berjalan secara utuh.
Menurut Abdullah, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kepribadian anak. Karena itu, peran ayah dan ibu tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi dalam menanamkan nilai agama, akhlak, serta karakter sejak usia dini.
“Ibu adalah madrasah utama bagi anak. Namun, peran ayah juga sangat dibutuhkan. Ucapan, nasihat, dan keteladanan seorang ayah akan membekas dalam diri anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tantangan dalam mendidik anak semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Karena itu, komunikasi yang baik antara ayah dan ibu menjadi kunci agar anak memperoleh pendampingan yang konsisten, baik dalam pendidikan agama maupun pembentukan karakter.
Abdullah mengajak para orangtua untuk tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah atau lembaga pendidikan. Menurut dia, keluarga tetap menjadi fondasi utama yang menentukan arah tumbuh kembang anak.
“Ketika ayah dan ibu saling mendukung dalam mendidik anak, mereka tidak hanya membangun keluarga yang harmonis, tetapi juga menyiapkan generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab,” katanya.
Pengajian rutin tersebut merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang diselenggarakan PC LDII Gunung Anyar. Selain memperdalam pemahaman keagamaan, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi warga untuk memperkuat peran keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat. (sof/wid)












