PACITAN — Zakki Kistoso ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Pacitan masa bakti 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) IX LDII Kabupaten Pacitan yang digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan, Sabtu (12/9).
Penetapan tersebut dilakukan setelah tiga wilayah yang mewakili seluruh Pengurus Cabang (PC) LDII di Pacitan mengusulkan nama yang sama dalam pemandangan umum Musda.
Ketua Sidang Paripurna IV Musda IX LDII Pacitan, Bashori, menyampaikan bahwa proses pencalonan mengerucut pada satu nama sesuai tata tertib Musda.
“Berdasarkan Pasal 5 Bab II yang telah kita sepakati dalam Keputusan Nomor 8, Ketua DPD LDII Kabupaten Pacitan masa bakti 2026–2031 secara aklamasi kita tetapkan adalah Zakki Kistoso,” kata Bashori saat membacakan hasil penetapan.
Menanggapi penetapan tersebut, Zakki mengaku tidak pernah membayangkan akan mendapat amanah memimpin DPD LDII Pacitan. Ia menyatakan menerima hasil Musda sebagai amanah yang harus dijalankan untuk kemaslahatan umat.
“Dengan lapang dada amanah ini saya terima, dan insyaallah akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya, seamanah mungkin,” ujarnya.

Untuk mengawali masa kepengurusannya, Zakki menyiapkan tiga pilar program prioritas dalam 100 hari pertama. Pilar pertama adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) profesional religius, yang difokuskan pada pembinaan generasi muda Pacitan agar memiliki karakter alim dan fakih, berakhlakul karimah, serta mandiri secara ekonomi.
“Ini adalah pilar utama komitmen LDII. Kami berkomitmen penuh membentengi generasi muda Pacitan dari ancaman degradasi moral dengan membina karakter unggul yang alim fakih, berakhlakul karimah, dan mandiri secara ekonomi,” katanya.
Pilar kedua adalah kemandirian dan penguatan ekonomi umat. LDII Pacitan akan mendorong pengembangan usaha menengah dan kecil berbasis komunitas masjid dan pesantren di lingkungan Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII se-Kabupaten Pacitan. Zakki menyebut program itu sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem ekonomi syariah di tingkat akar rumput.
Pilar ketiga adalah sinergi inklusif dan mitigasi isu lokal. Zakki membuka ruang kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan organisasi Islam, serta memperkuat kerja sama di bidang kebencanaan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, mengingat kondisi geografis Pacitan yang meliputi wilayah pegunungan dan pesisir.
“Kami terbuka lebar bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa yang ada di Kabupaten Pacitan. Dari lembaga mana pun, dari institusi mana pun, termasuk organisasi Islam, baik dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, MTA, dari mana saja sumbernya,” ujarnya.
Zakki juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Pacitan beserta jajaran serta organisasi kemasyarakatan dalam pelaksanaan Musda. Ia menilai keterlibatan berbagai elemen tersebut mencerminkan ruang kebersamaan dan toleransi yang perlu terus dijaga.
Ia berharap kerja sama dengan pemerintah, ulama, organisasi kemasyarakatan, dan media dapat terus mendukung pelaksanaan program DPD LDII Pacitan selama masa bakti 2026–2031. (sof/wid)












