BANYUWANGI — Musyawarah Daerah (Musda) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi menetapkan Heri Sujatmiko sebagai Ketua DPD LDII Banyuwangi masa bakti 2026–2031. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam rapat paripurna di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (22/4/2026).
Heri Sujatmiko menggantikan H. Astro Junaedi yang sebelumnya memimpin DPD LDII Banyuwangi periode 2021–2026. Astro tidak lagi mencalonkan diri dalam periode kepemimpinan berikutnya dengan pertimbangan faktor usia.
Penetapan ketua baru tersebut menjadi bagian dari agenda regenerasi kepemimpinan dalam Musda VIII LDII Banyuwangi, yang sekaligus menjadi forum konsolidasi organisasi lima tahunan.
Dalam sambutannya, Heri Sujatmiko menyampaikan bahwa langkah awal kepengurusan baru akan difokuskan pada konsolidasi internal organisasi di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Hal itu dinilai penting untuk memastikan kesinambungan program kerja dan menjaga stabilitas organisasi di masa transisi.
Ia juga menekankan pentingnya penyelarasan program hingga ke tingkat Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC), agar program organisasi dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh masyarakat secara langsung.
“Harapannya, LDII dengan karakter luhurnya bisa diterima dengan tulus oleh masyarakat di segala lapisan,” ujar Heri.
Selain konsolidasi internal, Heri menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar program LDII sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Ia juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan lain untuk memperluas dampak program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Mari kita bersama-sama bekerja sama, bahu-membahu dalam mengeksekusi dan mengejawantahkan itu semua,” kata Heri.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, H. Moch Amrodji Konawi, menegaskan bahwa Musda VIII menjadi momentum penting dalam proses regenerasi organisasi. Ia menyebut, kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kontribusi LDII di tengah masyarakat.
“Musda ini bukan hanya pergantian kepemimpinan, tetapi juga penguatan komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan pembinaan umat,” ujar Amrodji.
Musda VIII LDII Banyuwangi mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing untuk Pembangunan Berkelanjutan Menuju Banyuwangi Sejahtera”. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh organisasi keagamaan, serta perwakilan instansi pemerintah dan TNI-Polri.
Sejumlah perwakilan LDII dari kabupaten/kota di Jawa Timur juga hadir sebagai bentuk dukungan terhadap proses regenerasi kepemimpinan di Banyuwangi.












