LDII JAWA TIMUR
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
LDII JAWA TIMUR
No Result
View All Result
Home SEPUTAR JATIM

DPRD Jatim Ingatkan Warga LDII Kediri: Spiritualitas Kunci Hadapi Tantangan Sosial

Mayonne Wasykar by Mayonne Wasykar
30 Maret 2026
in SEPUTAR JATIM
18 1
0
Anggota DPRD Jatim Khusnul Arif menggelar sosialisasi penguatan spiritual bersama ratusan warga LDII di Kediri menghadapi tantangan sosial Foto LINES Kediri

Anggota DPRD Jatim Khusnul Arif menggelar sosialisasi penguatan spiritual bersama ratusan warga LDII di Kediri menghadapi tantangan sosial. Foto: LINES Kediri

18
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

KEDIRI —  Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Khusnul Arif, menegaskan pentingnya penguatan spiritual sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan sosial. Hal itu dikatakannya saat “Sosialisasi Membangun Kekuatan Spiritual dalam Menghadapi Tantangan Sosial” yang diikuti ratusan warga LDII di Kediri, Sabtu (28/3).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPD LDII Kabupaten Kediri itu diikuti sekitar 150 peserta. Dalam forum tersebut, Khusnul Arif menghadirkan pakar kesehatan sekaligus Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri, H. Agus Sukisno, serta Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto.

Dalam sambutannya, Khusnul menilai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks. Menurut dia, persoalan yang muncul tidak hanya terkait ekonomi dan kesehatan, tetapi juga menyangkut ketahanan mental, keluarga, dan moral generasi muda.

Karena itu, ia menegaskan bahwa penguatan spiritual menjadi salah satu fondasi penting agar masyarakat memiliki keteguhan batin dalam menghadapi perubahan zaman.

“Kalau spiritual seseorang kuat, maka ia tidak mudah goyah menghadapi persoalan hidup. Tantangan sosial hari ini semakin kompleks, sehingga masyarakat perlu memiliki ketahanan batin yang baik,” ujar Khusnul.

Ia menambahkan, penguatan spiritual tidak cukup dipahami sebatas ibadah individual, tetapi juga harus tercermin dalam sikap hidup sehari-hari, termasuk dalam menghadapi tekanan sosial, persoalan keluarga, maupun pengaruh negatif dari perkembangan teknologi digital.

Menurut Khusnul, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding masa sebelumnya. Arus informasi yang cepat dan terbuka melalui media sosial, kata dia, menuntut adanya pegangan nilai yang kuat agar anak-anak muda tidak mudah terbawa arus yang keliru.

“Kalau pondasi spiritualnya kuat, anak-anak muda akan punya arah hidup yang jelas. Mereka tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif yang justru bisa merusak masa depan,” katanya.

Sosialisasi Membangun Kekuatan Spiritual dalam Menghadapi Tantangan Sosial
Sosialisasi Membangun Kekuatan Spiritual dalam Menghadapi Tantangan Sosial

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari beban ekonomi keluarga, kondisi janda dengan tanggungan anak, hingga labilnya mental generasi muda di tengah derasnya pengaruh media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Khusnul menilai persoalan sosial tidak bisa dihadapi secara parsial. Menurut dia, dibutuhkan sinergi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah agar solusi yang dibangun tidak hanya menyentuh aspek lahiriah, tetapi juga memperkuat ketahanan batin warga.

Ia menegaskan, spiritualitas yang dibangun sejak dini akan menjadi benteng penting dalam menjaga keluarga dan masyarakat agar tetap kokoh menghadapi berbagai tekanan sosial.

Khusnul Arif juga menyampaikan pesan agar masyarakat terus berupaya menjadi pribadi yang saleh dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Menurut dia, kemantapan spiritual akan membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih tenang, sabar, dan terarah.

“Jika kita menjadi orang saleh, maka setiap waktu salat kita didoakan oleh seluruh umat Islam di dunia melalui bacaan Assalamu Alaina wa’ala ibadillahi sholihin. Doa kolektif inilah yang akan membantu kita melewati segala tantangan hidup,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Kediri, H. Agus Sukisno dalam pemaparannya menjelaskan bahwa persoalan kesehatan juga tidak bisa dilepaskan dari aspek spiritual dan pola hidup. Ia mencontohkan penyakit tidak menular seperti diabetes yang kerap kali bukan semata-mata dipengaruhi faktor keturunan, melainkan juga kebiasaan makan dan gaya hidup yang ditiru dalam keluarga.

“Jangan heran jika ada keluarga diabetes tapi anaknya tidak. Itu karena pola makannya sudah berbeda. Yang paling penting adalah perumusan spiritual dalam menghadapi penyakit. Sakit bukan berarti spiritualnya lemah, tapi bagaimana ia menerima kehendak Allah dengan sabar,” ujar Agus.

Ia menambahkan, ketenangan batin dan sugesti positif juga berperan penting dalam proses pemulihan seseorang. Karena itu, masyarakat dinilai perlu membangun kedekatan dengan tokoh agama sebagai tempat meminta nasihat dan penguatan batin saat menghadapi persoalan hidup.

“Kadang kita lupa, punya masalah larinya bukan ke kiai untuk minta nasihat. Padahal, ketenangan hati adalah kunci kesembuhan,” imbuhnya.

Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menambahkan bahwa pembinaan spiritual perlu terus diperkuat di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis. Menurut dia, spiritualitas yang kokoh akan membantu warga menjaga keseimbangan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan sosial.

“Penguatan spiritual menjadi bekal penting agar masyarakat tetap memiliki arah, ketenangan, dan semangat dalam menghadapi perubahan zaman. Nilai-nilai agama harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Agung.

Ia menilai, forum semacam itu penting sebagai ruang pembinaan sekaligus penguatan silaturahim warga. Selain menambah wawasan, kegiatan tersebut juga dinilai menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat. (kim/sof/wid)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • BERANDA
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • TERM OF SERVICE
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Hubungi: 031-8285518

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • NASIONAL
    • SEPUTAR JATIM
    • LINTAS DAERAH
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH ORMAS LDII
    • SUSUNAN PENGURUS DPW LDII JAWA TIMUR 2025-2030
    • SUSUNAN PENGURUS WANITA LDII JAWA TIMUR
    • SUSUNAN PENGURUS PEMUDA LDII JAWA TIMUR
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI

© 2025 Biro Komunikasi, Informasi dan Media - DPW LDII Jawa Timur.