LAMONGAN — Tim Falakiyah LDII Jawa Timur melakukan pengamatan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di Pantai Tanjung Kodok, Kamis (19/3). Hasil pengamatan menunjukkan hilal tidak terlihat.
Ketua Tim Falakiyah LDII Jawa Timur, Fajar Sidiq Rofikoh, mengatakan bahwa posisi hilal belum memenuhi kriteria imkan rukyat yang ditetapkan MABIMS.
“Pengamatan hilal di Pantai Tanjung Kodok belum berhasil terlihat karena ketinggiannya belum mencapai 2 derajat. Selain itu, kondisi cuaca di ufuk barat tertutup awan sehingga menghalangi pengamatan,” ujar Fajar.

Data pengamatan menunjukkan tinggi hilal sekitar 1 derajat 32 menit dengan elongasi 5 derajat 31 menit. Sementara itu, kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Ia menambahkan, selain faktor ketinggian, kondisi cuaca menjadi kendala dalam proses rukyatul hilal sehingga tim tidak berhasil menangkap citra hilal.
“Hasil pengamatan ini kemudian disampaikan dalam sidang isbat di lokasi, dan dinyatakan hilal 1 Syawal 1447 H belum berhasil teramati,” katanya.
Sesuai kriteria imkan rukyat yang ditetapkan MABIMS, hilal dinyatakan dapat terlihat apabila memenuhi batas minimal ketinggian dan parameter astronomis tertentu. Hasil pengamatan di Tanjung Kodok menunjukkan parameter tersebut belum terpenuhi.
Pengamatan hilal tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Lamongan dan diikuti sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam yang tergabung dalam Badan Hisab Rukyatul Hilal Lamongan. (sof/wid)












