SURABAYA— DPD LDII Surabaya menggelar Media Gathering bersama puluhan wartawan, Sabtu (28/2/2026). Acara yang dibarengi dengan buka puasa bersama itu digelar di Kantor DPD LDII Surabaya. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahim sekaligus forum dialog untuk menyerap aspirasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) LDII yang dijadwalkan pada April 2026 di Jakarta.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus DPD LDII Surabaya serta Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII, Ludhy Cahyana.
Dalam sambutannya, Ludhy mengatakan kunjungannya ke Surabaya bertujuan menyerap aspirasi dari pengurus daerah untuk dibawa ke forum Munas.
Munas mendatang, lanjutnya, tidak hanya membahas pergantian kepengurusan, tetapi juga evaluasi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta perumusan arah program kerja organisasi.
“Kami ingin tahu Surabaya nanti mengusulkan apa untuk Munas, termasuk gagasan pembaruan organisasi,” katanya.
Secara nasional, LDII memiliki delapan program kerja atau yang disebut sebagai delapan bidang pengabdian untuk bangsa, meliputi kebangsaan, dakwah, pendidikan umum, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, kesehatan, teknologi informasi, serta energi baru terbarukan.
Menurut Ludhy, Munas 2026 menjadi momentum untuk mempercepat kontribusi organisasi dalam mendukung program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Sejumlah kegiatan telah dijalankan, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis dan penguatan pendidikan karakter bekerja sama dengan berbagai instansi.
“Munas nanti intinya bagaimana ormas bisa membantu percepatan program pemerintah. Kami ingin kontribusi itu semakin terstruktur dan berdampak luas,” ujarnya.
Sejalan dengan bidang pengabdian di sektor kesehatan dan pendidikan, LDII juga menaruh perhatian pada penguatan kualitas gizi masyarakat.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ludhy menyatakan DPP LDII mendukung kebijakan tersebut sebagai upaya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurut dia, peningkatan kualitas gizi menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Meski demikian, aspek teknis pelaksanaannya dinilai masih dapat terus disempurnakan.
“Mungkin saja dalam teknisnya perlu diperbaiki. Di beberapa negara, program gizi bahkan menjadi bagian integral dari sistem pendidikan,” kata Ludhy.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPD LDII Surabaya Nur Kholis. Ia menyatakan pihaknya sepakat mendukung program MBG. Menurut dia, pemenuhan gizi yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan, konsentrasi belajar, dan pembentukan karakter generasi muda.
“Kami mendukung program MBG karena ini bagian dari investasi jangka panjang bangsa. Jika pelaksanaannya tepat sasaran dan dikelola dengan baik, manfaatnya akan dirasakan luas oleh masyarakat,” ujar Nur Kholis.
Ia juga menegaskan LDII Surabaya mendukung penuh pelaksanaan Munas LDII 2026. Pihaknya berharap Munas dapat berjalan lancar, menghasilkan keputusan yang memperkuat konsolidasi organisasi, serta membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
“Kami mendoakan Munas berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi dan kontribusinya untuk Indonesia,” kata Nur Kholis. (sof/wid)












