JOMBANG — SMK Budi Utomo Gadingmangu Jombang menggelar Pameran Gelar Karya Siswa pada 10-11 Februari 2026. Pameran tersebut sebagai ruang eksplorasi dan unjuk kompetensi pendidikan vokasi serta menjawab tantangan dunia kerja.
Beragam karya siswa dipamerkan, mulai dari motor listrik, produk jasa boga, tata busana, hingga berbagai karya kreatif yang menyasar segmen anak muda dan kebutuhan rumah tangga. Sejumlah produk juga dirancang untuk mendukung kebutuhan institusi, termasuk aparat keamanan wilayah seperti Polsek dan Koramil.
Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Eko Redjo Sunariyanto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pameran tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa siswa SMK saat ini memiliki ruang dan panggung yang jauh lebih luas dibanding generasi sebelumnya.
“Anak-anak sekarang memiliki kesempatan besar untuk menampilkan karya. Ini menepis anggapan bahwa generasi muda saat ini lemah atau tidak siap menghadapi tantangan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa stigma “generasi stroberi” tidak tepat disematkan pada pelajar saat ini. Tantangan yang dihadapi generasi muda justru lebih kompleks dan membutuhkan ketangguhan, kreativitas, serta keterampilan yang kuat.
Eko menyakini, pendidikan vokasi diyakini bisa menjadi fondasi kuat bagi masa depan siswa. “Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, anak-anak kita siap sukses, baik untuk kuliah, bekerja, maupun mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Jombang, Widodo, yang hadir dan mendampingi kegiatan tersebut, menilai pameran karya siswa SMK merupakan bentuk pendidikan karakter. Menurutnya, kegiatan seperti ini melatih kemandirian, kepercayaan diri, serta tanggung jawab generasi muda.
“Anak-anak perlu diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan dan hasil karyanya. Dengan pendampingan yang tepat, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, terampil, dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” kata Widodo.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pendidikan vokasi agar berjalan berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan pameran ini juga selaras dengan agenda serupa yang digelar di sejumlah SMK negeri dan swasta lain di Kabupaten Jombang. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK setempat turut hadir, menegaskan pentingnya kolaborasi antarsekolah dalam memperkuat pendidikan vokasi.
Dalam kesempatan tersebut, dunia usaha dan dunia industri didorong untuk mengakui kemampuan lulusan SMK. Siswa SMK dinilai telah memiliki kompetensi yang memungkinkan mereka bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha secara mandiri. (sof/wid)












