SURABAYA — Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Jawa Timur menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) VI di Gedung Serba Guna Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya, Sabtu (31/1). Musprov ini digelar untuk memilih ketua dan menyusun kepengurusan masa bakti 2026–2031.
Ketua PERSINAS ASAD Jawa Timur Prof. Dedid Cahya Happyanto menyebut Musprov VI sebagai momentum penting untuk meneguhkan komitmen organisasi dalam membina pesilat yang berprestasi sekaligus berkarakter luhur.
“Sejak didirikan pada 30 April 1993 di Jakarta, PERSINAS ASAD tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik bela diri, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda melalui kedisiplinan dan pelestarian nilai budaya bangsa,” ujar Prof Dedid.
Seiring perkembangan zaman, PERSINAS ASAD Jawa Timur mulai memadukan tradisi dengan pendekatan modern berbasis teknologi. Saat ini, sistem digital telah dimanfaatkan dalam pembinaan atlet melalui ASAD Information System (AIS).
AIS merupakan sistem manajemen berbasis web yang terintegrasi dengan teknologi internet of things dan kecerdasan buatan (AI), “Sistem ini digunakan untuk evaluasi teknik, pemantauan performa atlet, serta pengelolaan data pembinaan pesilat secara terstruktur. Dengan teknologi ini, pembinaan bisa lebih terukur dan berkelanjutan, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang tetap menjadi pondasi utama,” jelasnya.
Hingga kini, PERSINAS ASAD telah hadir di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dengan pendekatan tersebut, Dedid optimistis PERSINAS ASAD Jatim mampu menyiapkan pesilat masa depan yang tangguh, adaptif terhadap perubahan, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Umum IPSI Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono menyampaikan apresiasi terhadap langkah PERSINAS ASAD Jatim dalam mengembangkan pembinaan atlet. Menurutnya, prestasi yang diraih selama ini merupakan hasil dari manajemen organisasi yang berjalan dengan baik.
“PERSINAS ASAD termasuk perguruan yang konsisten mencetak atlet berprestasi. Ke depan, kami berharap bisa terus melahirkan atlet yang mampu bersaing di ajang nasional hingga internasional,” katanya.
Bambang juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan nama baik perguruan, terutama menjelang sejumlah kejuaraan pencak silat yang akan digelar di Jawa Timur. Ia berharap hasil Musprov VI dapat memperkuat peran PERSINAS ASAD Jatim dalam mendukung kemajuan pencak silat Indonesia. (cak/wid).












