SURABAYA — Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi atas capaian prestasi PERSINAS ASAD Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif. Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VI PERSINAS ASAD Jatim di Gayungan, Surabaya, Sabtu (31/1).
“Ini tidak lepas dari peran Ketua Umum PB PERSINAS ASAD serta kepengurusan di daerah yang mampu menjalankan program dengan baik. Prestasi atletnya pun bisa kita rasakan. Kami berharap pada periode kepengurusan yang baru nanti, prestasi-prestasi yang sudah diraih bisa kembali muncul dan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Pembinaan PERSINAS ASAD selama ini berjalan cukup baik, mulai dari peningkatan prestasi atlet, kualitas wasit dan juri, hingga penguatan organisasi. Hasilnya, PERSINAS ASAD mampu menembus tiga besar perguruan pencak silat berprestasi di Jawa Timur.
Ia berharap PERSINAS ASAD Jatim terus memperkuat pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional, termasuk peluang tampil dalam Olimpiade 2028 melalui nomor ekshibisi. Menurutnya, pembinaan yang berkesinambungan menjadi kunci utama melahirkan atlet berkelas dunia.
“Kita masuk dalam 14 cabang olahraga yang berpeluang dipertandingkan. Harapannya, pencak silat bisa mendominasi dan menyumbang emas terbanyak. Termasuk aktif berpartisipasi di kejuaraan dunia,” pungkasnya.
Bambang juga menggarisbawahi agenda kejuaraan pencak silat yang akan digelar di Jawa Timur, mulai dari Kapolres Cup hingga Kapolda Cup. Maka penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif dalam setiap pelaksanaan kegiatan.
“Polri berharap seluruh pesilat bisa menjaga kondusivitas. Jangan sampai ada aktivitas yang justru merugikan nama perguruan dan IPSI,” katanya.
Lebih jauh, Ia menekankan pentingnya Musprov sebagai wadah evaluasi dan perencanaan organisasi, sehingga program yang disusun benar-benar berkualitas dan berdampak nyata bagi perkembangan pencak silat.

Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Jawa Timur, Prof Dedid Cahya Happyanto, menyampaikan bahwa pihaknya mulai memadukan nilai-nilai tradisi dengan pendekatan modern berbasis teknologi. “Kami ingin pembinaan tetap berakar pada tradisi, tetapi juga mengikuti perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi,” ujar Prof Dedid.
Saat ini, PERSINAS ASAD telah menerapkan sistem digital dalam pembinaan atlet melalui Asad Information System (AIS). AIS merupakan sistem manajemen berbasis web yang terintegrasi dengan teknologi internet of things dan kecerdasan buatan (AI). Sistem ini digunakan untuk mengevaluasi teknik, memantau performa atlet, serta mengelola data pembinaan pesilat secara lebih terstruktur.
“Dengan teknologi ini, pembinaan bisa dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi pondasi utama,” pungkasnya. (cak/wid).












