MELAWI — Warga Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi mengembangkan demonstration plot (demplot) padi di lahan gambut memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Demplot tersebut dimanfaatkan sebagai lahan produksi sekaligus tempat belajar bagi petani lokal dalam mengelola lahan gambut.
Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto, meninjau langsung demplot padi di Desa Batu Nanta pada Jumat (9/1).
Susanto mengatakan, demplot padi di lahan gambut tersebut dapat dikembangkan dengan penambahan luasan tanam. Menurutnya, pertumbuhan padi di lahan gambut menunjukkan bahwa lahan tersebut dapat dimanfaatkan dengan penerapan teknik budidaya yang sesuai.
Ia menjelaskan, Warga LDII, Taswadi mengelola demplot tersebut. Namun demplot yang dikelola Taswadi sempat diragukan karena berada di lahan gambut. Taswadi menerapkan teknik tanam dan pemilihan varietas yang tepat, tanaman padi dapat tumbuh dengan baik.
Demplot padi tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk produksi, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagi petani sekitar. Petani dapat melihat langsung teknik pengelolaan lahan gambut yang diterapkan di lokasi tersebut.
Selain itu, demplot juga digunakan sebagai sarana edukasi pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan. Petani dan masyarakat diajak mempelajari cara budidaya tanpa merusak ekosistem.
LDII Kalbar merencanakan perluasan demplot secara bertahap dengan melibatkan lebih banyak warga dan petani lokal. Program tersebut juga akan disinergikan dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
Sementara itu, Taswadi menyampaikan bahwa pengelolaan demplot padi di lahan gambut menghadapi tantangan, terutama terkait tingkat keasaman tanah.
“Tantangan tersebut diatasi dengan penerapan teknik budidaya yang sesuai,” ujarnya.
Petani yang juga pengurus DPD LDII Melawi tersebut menjelaskan bahwa varietas padi Inpari 32 dipilih karena memiliki daya adaptasi yang baik di lahan gambut. Demplot tersebut juga ditanami tanaman hortikultura dengan sistem tumpang sari.
Dalam kunjungan tersebut, Susanto didampingi Ketua DPD LDII Melawi, Mardiyanto, serta jajaran pengurus LDII setempat. (kim/sof/wid)












