LAMONGAN — Komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menekan angka stunting terus diwujudkan melalui keberlanjutan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Pada periode kedua pelaksanaannya, program ini kembali menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp190.253.000.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, selaku penggerak Program GENTING Lamongan, kepada 159 balita stunting dan 30 ibu hamil rentan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Selasa (13/1) di Pendopo Lokatantra Lamongan.
Anis Kartika Yuhronur Efendi menjelaskan bahwa Program GENTING periode kedua dilaksanakan setelah periode pertama pada September hingga Desember. Pada periode pertama, bantuan sebesar Rp135 juta telah disalurkan kepada 160 balita dan 32 ibu hamil di Kabupaten Lamongan.
Berdasarkan data periode pertama, balita penerima bantuan menunjukkan perubahan pada berat dan tinggi badan. Dari 160 balita yang mendapatkan pendampingan selama tiga bulan atau 100 hari, sebanyak 98 persen mengalami kenaikan berat badan. Sementara itu, sebanyak 88 persen balita tercatat mengalami pertambahan tinggi badan.

Selain dukungan dari TP PKK Lamongan, Program GENTING juga melibatkan berbagai pihak sebagai orang tua asuh, salah satunya Wanita LDII Lamongan. Ketua Wanita LDII Lamongan, Lastri, menyampaikan bahwa keterlibatan tersebut dilakukan melalui penyaluran bantuan kepada balita stunting dan ibu hamil rentan di Kecamatan Bluluk.
Menurut Lastri, upaya penurunan stunting tidak hanya dilakukan melalui bantuan pangan, tetapi juga melalui penguatan peran keluarga. Keluarga dinilai memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi, pola asuh, serta kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan.
“Penanganan stunting dimulai dari keluarga yang sehat, karena pemenuhan gizi dan pola asuh anak berlangsung di lingkungan keluarga,” ujar Lastri.
Dalam pelaksanaannya di Desa Kuwurejo, Kecamatan Bluluk, Wanita LDII Lamongan tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan pendampingan kepada keluarga penerima manfaat. Pendampingan tersebut mencakup penyampaian informasi terkait pemenuhan gizi, pola asuh anak, serta kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan pendampingan dan edukasi tersebut menyasar ibu hamil dan orang tua balita stunting sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan anak. (kim/sof/wid)












