SURABAYA — Sekitar 271 remaja LDII Kota Surabaya mengikuti kegiatan manajemen keuangan yang diselenggarakan di Masjid Nashrullah, Minggu (11/1). Kegiatan tersebut untuk memperkuat pemahaman pengelolaan finansial pada remaja.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Wilayah Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Rukun Abadi (RA) Jawa Timur, Aminudin, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Aminudin menekankan pentingnya literasi keuangan sejak usia remaja agar generasi muda tidak keliru dalam mengambil keputusan finansial.
“Kesadaran finansial perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan baik hingga dewasa. Remaja harus memahami cara mengelola uang saku secara bijak dan terencana,” ujar Aminudin.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan tanpa perencanaan sering menjadi pemicu munculnya persoalan finansial di kalangan remaja. “Uang saku yang tidak diatur dengan tujuan yang jelas berpotensi habis tanpa manfaat. Oleh karena itu, setiap remaja perlu memiliki tujuan keuangan yang spesifik dan terukur,” sahutnya.
Dalam pemaparannya, Aminudin juga mengulas sejumlah kesalahan umum dalam mengelola keuangan. Di antaranya tidak memiliki tabungan, tidak mencatat pengeluaran, gaya hidup konsumtif, mengabaikan dana darurat, serta terjebak utang yang tidak perlu. “Kesalahan kecil yang dibiarkan sejak remaja dapat berdampak panjang di masa depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aminudin memaparkan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini untuk membentuk karakter disiplin, menumbuhkan kemandirian finansial, mencegah masalah keuangan, serta mempersiapkan masa depan yang lebih terencana. “Keuangan yang tertata akan membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan terarah.” ujarnya.
Pada sesi strategi keuangan, Aminudin menyampaikan langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan oleh remaja, mulai dari menunaikan hak harta melalui infak, menyusun anggaran sederhana, memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan, hingga membiasakan menabung secara konsisten. “Pengelolaan sederhana yang dilakukan secara rutin akan membentuk karakter hemat dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Dalam sesi perencanaan tujuan keuangan, Aminudin memperkenalkan prinsip SMART sebagai pedoman dalam menetapkan target finansial. Ia menjelaskan bahwa tujuan keuangan harus bersifat spesifik (Specific), terukur (Measurable), dapat dicapai (Achievable), relevan (Relevant), serta memiliki batas waktu yang jelas (Time-bound).
“Dengan prinsip SMART, tujuan keuangan tidak hanya menjadi keinginan, tetapi berubah menjadi rencana yang nyata dan dapat dijalankan,” ungkapnya.
Ia mencontohkan penerapan prinsip tersebut dalam menabung, seperti menentukan nominal tabungan, kemampuan menyisihkan uang setiap bulan, serta jangka waktu pencapaian target. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan keuangan.
Aminudin juga mengingatkan peserta untuk menghindari utang konsumtif, seperti pinjaman daring dan layanan paylater, karena berpotensi membebani kondisi keuangan di masa depan. “Utang konsumtif hanya memberikan kesenangan sesaat, tetapi dampaknya bisa panjang dan memberatkan,” tegasnya.
Salah satu peserta, Yessy Septiani Yuono, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari materi yang disampaikan. Ia menilai pembahasan mengenai prinsip SMART membantunya memahami cara menetapkan tujuan keuangan secara realistis. “Saya jadi lebih paham bagaimana menyusun tujuan keuangan yang jelas dan tidak asal-asalan, terutama dalam mengatur uang saku,” ungkapnya.
Menurut Yessy, materi yang disampaikan mendorong peserta untuk mulai mencatat pengeluaran dan membiasakan menabung secara terencana. Ia berencana menerapkan prinsip SMART dalam kehidupan sehari-hari. “Materinya sangat bermanfaat dan aplikatif, sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Remaja LDII Surabaya berharap para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh sebagai bekal kemandirian finansial di masa depan. Aminudin menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan bagian penting dalam pembinaan generasi penerus. “Generasi yang tertib dalam keuangan akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (ysy/wid)












