JEMBER — Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember mengikuti kegiatan Coaching Clinic Ujian Praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) yang digelar pada Sabtu (10/1). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor DPD LDII Jember sebagai hasil kerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember.
Kolaborasi tersebut untuk memberikan edukasi keselamatan berkendara (safety riding) sekaligus membantu masyarakat memahami mekanisme ujian praktik SIM secara benar.
Salah satu peserta, Ale, mengaku kegiatan tersebut sangat membantunya mempersiapkan diri menghadapi ujian praktik SIM.
“Jujur, awalnya saya tegang membayangkan ujian praktik SIM. Tapi setelah ikut coaching clinic ini, saya jadi tahu teknik yang benar saat belok dan menjaga keseimbangan. Petugasnya sabar dalam menjelaskan, sehingga sekarang saya lebih percaya diri untuk ikut ujian resmi nanti,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ismi, peserta perempuan yang turut mencoba lintasan praktik. Ia mengaku mendapat banyak pemahaman baru terkait teknik berkendara yang aman.
“Senang sekali bisa praktik langsung dan diberi tips-tipsnya. Ternyata berkendara yang baik bukan cuma soal bisa jalan, tapi juga soal teknis keselamatan. Terima kasih Polres Jember dan LDII yang sudah memfasilitasi kami, khususnya yang baru punya KTP, agar lebih paham aturan lalu lintas,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, IPDA Firman dari Satlantas Polres Jember memberikan pembekalan khusus kepada para peserta, terutama kalangan pemula dan generasi Z, agar dapat mengikuti ujian SIM dengan benar dan sesuai prosedur.
Ia menyampaikan sejumlah materi yang kerap muncul dalam ujian teori, antara lain pemahaman marka dan rambu lalu lintas, etika berlalu lintas di persimpangan tanpa lampu lalu lintas, batas kecepatan aman di berbagai kondisi jalan, serta teknik pengereman yang tepat untuk menghindari risiko kecelakaan.
Selain materi teori, IPDA Firman juga membagikan tips teknis agar peserta tidak grogi saat menjalani ujian praktik, seperti menjaga fokus pandangan ke depan, mengontrol gas dan rem secara halus saat melintasi lintasan angka delapan dan zig-zag, serta menjaga postur tubuh tetap rileks dan seimbang selama berkendara.
Dalam sesi praktik, petugas Satlantas Polres Jember juga menekankan pentingnya perilaku berkendara yang bertanggung jawab. Peserta diingatkan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga kesiapan mental dan emosional pengendara.
“Pengendara harus mengenali kondisi kendaraan, melengkapi surat-surat, memastikan fungsi rem, spion, serta menggunakan helm berstandar SNI. Selain itu, jangan berkendara dalam kondisi lelah, stres, atau emosi karena sangat berpengaruh terhadap konsentrasi di jalan,” jelasnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Jember beserta jajaran Satlantas atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan publik yang cepat dan tepat sasaran.
“Melalui kegiatan ini, anak muda tidak hanya disiapkan untuk lulus ujian SIM, tetapi juga dibekali pemahaman tentang tanggung jawab dan risiko berkendara. Kami berharap warga LDII, khususnya generasi muda, dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di Jember, karena keselamatan merupakan bagian dari upaya menjaga diri dan orang lain,” tutup Malik. (kim/sof/wid)












