JAKARTA — Menjelang pergantian tahun, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengajak generasi muda untuk muhasabah melalui Pengajian Akhir Tahun. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga remaja dari pengaruh negatif seperti maksiat, hura-hura, konsumtif, dan hedonik, sekaligus memperkuat karakter agar menjadi generasi yang paham agama, berbudi pekerti luhur, dan mandiri.
KH Chriswanto juga mengajak para ulama, guru, orangtua, dan tokoh masyarakat untuk mendukung kegiatan ini. “Langkah ini penting untuk memperkuat nilai moral generasi penerus bangsa dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan mereka kepada Allah SWT,” tegasnya.
Selain fokus pada pembinaan generasi muda, KH Chriswanto menekankan pentingnya muhasabah bangsa Indonesia menjelang tahun baru. Refleksi atas pencapaian dan tantangan bangsa, menurutnya, penting agar kehidupan bernegara semakin baik.
“Indonesia memasuki usia 81 tahun. Dinamika dalam negeri dan global menuntut perbaikan terus-menerus,” kata KH Chriswanto, saat menyampaikan pesan menjelang tahun baru.
Ia menyoroti tantangan demokrasi, terutama munculnya kelompok kepentingan yang dapat menguasai sebagian masyarakat dan sumber daya. “Negara demokrasi bisa maju karena konglomerasi, tapi keadilan sosial dan kesejahteraan umum tetap harus diutamakan,” ujarnya.
Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian KH Chriswanto. Data Kementerian Kehutanan RI menunjukkan sejak era Orde Baru hingga Reformasi, sekitar 175 ribu hektar hutan hilang akibat konversi lahan menjadi perkebunan sawit dan tambang. Menurutnya, ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, sejarah peradaban besar yang runtuh, seperti Mesopotamia, Mesir Kuno, Yunani, dan Romawi, mengingatkan kita akan pengaruh kemerosotan moral yang menjadi salah satu penyebab kehancuran, meski teknologi mereka canggih pada zamannya.
Berbagai persoalan kebangsaan itu akan dibahas dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) X LDII pada pertengahan 2026. “Kami akan menyusun rekomendasi untuk pemerintah terkait persoalan kekinian,” katanya.
Selain itu, LDII fokus pada pembinaan generasi muda agar menjadi bagian dari pembangunan peradaban bermoral. Salah satunya melalui Pengajian Akhir Tahun, tradisi sejak pertengahan 1990-an.
“Melalui pengajian, generasi muda diajak mengaji, berdiskusi, menampilkan drama, pencak silat, hingga menanam pohon di sekitar lokasi. Tujuannya agar mereka terhindar dari kegiatan negatif dan memperkuat karakter,” jelasnya.
KH Chriswanto menegaskan, dukungan ulama, guru, orangtua, dan tokoh masyarakat sangat penting untuk memastikan generasi muda mengikuti kegiatan positif ini. “Langkah kecil ini berdampak besar dalam membentuk generasi yang berbudi pekerti luhur dan beriman,” pungkasnya. (cak/wid).












