Komitmen menjaga lingkungan hidup mengantarkan Pondok Pesantren (Ponpes) Millenium Alfiena, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, meraih penghargaan Eco Pesantren dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Jatim Environment Community Award yang digelar di Surabaya, Selasa (24/12).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya pesantren dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan, mulai dari kebersihan, pengelolaan sampah, hingga penghijauan yang melibatkan seluruh warga pondok, termasuk para santri.
Sebelum menerima penghargaan tersebut, Ponpes Millenium Alfiena telah melalui serangkaian proses penilaian dan verifikasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur sejak November 2025. Proses ini turut melibatkan DLH Kabupaten Nganjuk.
Dalam tahap verifikasi, tim penilai meninjau enam aspek utama di lingkungan pesantren. Di antaranya kebersihan ruang dan lingkungan, sistem pengelolaan sampah, program penghijauan, konservasi air, konservasi energi, serta pemaparan perencanaan dan profil pondok. Menariknya, para santri terlibat langsung dalam proses ini dengan mempresentasikan program sesuai bidang masing-masing.
Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, DLH Kabupaten Nganjuk kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk untuk mengusulkan Ponpes Millenium Alfiena sebagai salah satu nomine Environment Community Award tingkat Jawa Timur.
Perwakilan DLH Kabupaten Nganjuk, Junaidi Zain, menjelaskan bahwa penilaian Eco Pesantren tidak hanya menitikberatkan pada kelengkapan sarana dan prasarana. Lebih dari itu, yang dinilai adalah kesadaran dan keterlibatan seluruh warga pesantren dalam membangun budaya peduli lingkungan.
“Indikatornya meliputi pengelolaan kebersihan, pengelolaan sampah, serta upaya menjaga keanekaragaman hayati seperti penyediaan ruang terbuka hijau, pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman,” jelasnya.
Menurut Junaidi, program Eco Pesantren sejalan dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 43 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren, khususnya pada aspek pelestarian lingkungan hidup. Ia berharap nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh dan menjadi budaya di lingkungan pesantren.

Sementara itu, perwakilan Ponpes Millenium Alfiena, Adjie Royyan, mengatakan bahwa program Eco Pesantren merupakan bagian dari upaya membentuk santri yang tidak hanya kuat secara keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
“Menjaga alam adalah bagian dari ajaran Islam. Santri perlu memahami nilai tersebut dan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui program Eco Pesantren, Ponpes Millenium Alfiena berharap dapat melahirkan santri berkarakter hijau dan mandiri, sekaligus menjadikan pesantren sebagai contoh lembaga pendidikan yang mampu mengintegrasikan nilai keagamaan dengan praktik nyata pelestarian lingkungan hidup. (cak/wid).












