KEDIRI — Menutup tahun 2025, PERSINAS ASAD menorehkan prestasi dengan meraih delapan medali emas sekaligus menjadi juara umum pada Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2025. Ajang tersebut digelar pada Minggu (29/12) di Gedung Serbaguna Bagawanta Bhari, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kediri tersebut diikuti 104 pesilat dari delapan perguruan pencak silat, yakni SH Terate, Perisai Diri, Pagar Nusa, ISI, IKSPI, PERSINAS ASAD, Tapak Suci, dan Porsigal.
Berdasarkan klasemen akhir, PERSINAS ASAD menempati posisi teratas dengan raihan 8 medali emas. Posisi kedua diraih SH Terate dengan 5 emas, 6 perak, dan 6 perunggu, sementara Tapak Suci berada di peringkat ketiga dengan 5 emas, 4 perak, dan 2 perunggu.
Selain meraih gelar juara umum, PERSINAS ASAD juga melahirkan Atlet Terbaik Remaja Putra, yakni Alnoufal Fatkul Fashola. Ia dinilai memiliki performa yang terjaga, didukung penguasaan teknik serta kesiapan menghadapi setiap pertandingan, sehingga tampil meyakinkan sepanjang kejuaraan.
Kejuaraan tersebut dibuka oleh Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kompetisi tingkat daerah memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet.
“Kejuaraan kabupaten seperti ini menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet berprestasi. Dari sini potensi pesilat dapat dipetakan untuk dipersiapkan ke level provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Ketua Umum IPSI Kabupaten Kediri Heri Setiawan, Bendahara Umum IPSI Kabupaten Kediri Dony Prayogo, serta Sekretaris Umum IPSI Kabupaten Kediri sekaligus Ketua Panitia, Nugroho Setyo Wibowo.
Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Kediri, Imam Basuki, menyampaikan rasa syukur atas capaian para atletnya. Ia menekankan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, hasil ini merupakan buah dari latihan disiplin, kerja keras atlet, serta dukungan pelatih dan orang tua. Kami tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas dan akhlak dalam setiap proses pembinaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, PERSINAS ASAD Kabupaten Kediri terus menata pembinaan atlet secara berkelanjutan agar prestasi yang telah diraih tidak berhenti pada satu kejuaraan. Pembinaan dilakukan melalui penguatan program latihan, pendampingan pelatih yang terstruktur, serta pemantapan kesiapan fisik, teknik, dan mental bertanding.
“Target kami bukan hanya mempertahankan prestasi, tetapi meningkatkan level atlet. Karena itu, pembinaan diarahkan pada penguatan teknik, mental bertanding, dan regenerasi yang terencana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum IPSI Kabupaten Kediri, Heri Setiawan, menegaskan bahwa peningkatan prestasi pencak silat daerah harus ditopang oleh pembinaan yang terukur dan berjenjang. Ia menilai kejuaraan seperti Piala Bupati menjadi tolok ukur penting untuk memetakan potensi atlet sebelum disiapkan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Dari kejuaraan ini kami bisa memetakan atlet yang siap naik kelas. Pembinaan harus berjenjang agar prestasi pencak silat Kediri bisa bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” katanya.
Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan untuk mendorong peningkatan prestasi atlet. Selain itu juga regenerasi pesilat muda, serta pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. (kim/sof/wid)












