BANYUWANGI — Mengisi liburan sekolah semester ganjil tahun ajaran 2025/2026, PC LDII Kecamatan Banyuwangi menggelar Festival Anak Sholih (FAS) dan Bazar UMKM Tahun 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Nurul Huda, Banyuwangi, Minggu (21/12).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.200 peserta yang merupakan generasi penerus (generus) LDII, mulai dari usia Caberawit (PAUD–SD/MI), SMP/MTs, SMA/SMK, hingga usia siap mandiri. Sejao pagi hari para peserta berbondong-bondong mendatangi lokasi acara, didukung kehadiran para orang tua dan warga LDII setempat.
Ketua PC LDII Banyuwangi, Eko Hariyono, menegaskan bahwa Festival Anak Sholih (FAS) dan Bazar UMKM tidak sekadar menjadi ajang perlombaan dan hiburan, tetapi merupakan sarana strategis pembinaan generasi penerus agar masa liburan sekolah diisi dengan kegiatan yang positif, edukatif, dan bernilai ibadah. Menurutnya, masa liburan menjadi momentum penting dalam pembentukan karakter anak dan remaja.
“Liburan sekolah jangan sampai terbuang sia-sia. Melalui FAS dan Bazar UMKM ini, kami ingin mengarahkan generasi penerus agar tetap produktif, belajar nilai-nilai agama, serta mengembangkan bakat dan potensi diri dengan cara yang menyenangkan,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, berbagai perlombaan keagamaan, seni, dan kreativitas yang digelar dalam FAS bertujuan melatih keberanian, kedisiplinan, serta sportivitas peserta. Selain itu, anak-anak juga dibiasakan untuk tampil percaya diri dan berkompetisi secara sehat.
Sementara itu, kehadiran Bazar UMKM dinilai sebagai media pembelajaran nyata bagi generasi penerus, khususnya yang telah memasuki usia siap mandiri. “Melalui bazar ini, anak-anak dan remaja belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, dan jiwa kewirausahaan sejak dini. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung,” tambahnya.
Eko berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi yang berakhlakul karimah, alim dan faqih dalam agama, serta mandiri secara ekonomi. “Harapan kami, generasi penerus LDII tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara moral dan spiritual, sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dalam Festival Anak Sholih, panitia menyelenggarakan berbagai perlombaan yang terbagi dalam beberapa bidang. Pada bidang dakwah dan Al-Qur’an digelar lomba adzan dan iqomah, pildacil, tilawah, serta tafsir. Sementara pada bidang seni dan kreativitas, peserta mengikuti lomba mewarnai, kaligrafi, serta menampilkan seni pencak silat.
Selain itu, panitia juga menghadirkan bidang ekonomi kreatif melalui Bazar UMKM. Sejumlah stan bazar menampilkan aneka produk kuliner serta karya kreatif santri dan generus LDII, baik makanan tradisional maupun menu modern.
Ketua Panitia Pelaksana, Roykhan Faizal, menuturkan bahwa Festival Anak Sholih (FAS) dan Bazar UMKM 2025 dirancang sebagai agenda pembinaan yang terencana dan berkelanjutan bagi generasi penerus. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendidik selama masa liburan sekolah.
Ia menegaskan, melalui rangkaian lomba dan aktivitas bazar, anak-anak diarahkan untuk lebih produktif dengan mengasah potensi diri, melatih kreativitas, menumbuhkan mental mandiri dan kewirausahaan, serta memperkuat pemahaman keagamaan sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Melalui kegiatan liburan yang bermanfaat, kami ingin anak-anak mampu mengembangkan potensi diri, memiliki akhlakul karimah, serta tumbuh menjadi generasi yang alim-faqih dan mandiri,” ujarnya.
Roykhan menambahkan, kehadiran bazar UMKM bertujuan melatih kemandirian dan menumbuhkan jiwa wirausaha, khususnya bagi generasi yang sudah memasuki usia siap mandiri.
Gelaran Festival Anak Sholih dan Bazar UMKM 2025 yang berlangsung hingga sore hari tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang berkarakter luhur, memiliki pemahaman agama yang kuat, serta berjiwa mandiri. (kim/sof/wid)












