KEDIRI — Pemuda sebagai pilar masa depan bangsa membutuhkan pembinaan berkelanjutan dan terarah agar mampu menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.
Pembinaan tersebut menjadi kunci dalam menyiapkan generasi muda sebagai sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Selanjutnya bisa berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Atas dasar kepedulian itu, DPD LDII Kota Kediri menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Pemuda Kota Kediri di Gedung DMC lantai 5 Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, Minggu (28/12). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri atas Pemuda LDII serta berbagai organisasi kepemudaan (OKP) se-Kota Kediri.
Seminar itu tidak hanya menjadi ajang silaturahim antarpemuda, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda.
Dalam sambutannya, Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menekankan pentingnya kesinambungan peran antargenerasi dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai kebaikan dan peradaban. Ia mengutip pesan sahabat Nabi Muhammad SAW, Salman Al Farisi, yang mengingatkan bahwa kekuatan suatu bangsa terletak pada kemampuan generasi tua mewariskan nilai dan kesiapan generasi muda untuk belajar serta melanjutkan perjuangan.
“Ketika generasi tua telah tiada, sementara generasi muda belum siap dan belum sempat belajar, maka potensi kerusakan akan muncul. Melalui seminar ini, kami berupaya menyiapkan pemuda agar mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dengan baik, matang, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Agung menjelaskan bahwa LDII secara konsisten melakukan pembinaan generasi penerus melalui konsep Tri Sukses Generasi Penerus, yakni berakhlakul karimah, alim dan faqih, serta mandiri. Konsep ini dirancang sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Upaya tersebut, lanjut Agung, diperkuat melalui program 29 karakter luhur yang menjadi ciri khas pembinaan LDII. Nilai-nilai tersebut ditanamkan secara berkesinambungan agar pemuda memiliki karakter unggul, jujur, amanah, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Karakter inilah yang kami harapkan menjadi bekal utama pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan sekaligus mendorong mereka untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agung menyampaikan bahwa seluruh program pembinaan tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 dengan menghadirkan sumber daya manusia yang profesional, religius, dan berdaya saing.
Ia menambahkan, LDII juga menjalankan delapan bidang pengabdian untuk bangsa, mulai dari wawasan kebangsaan, pendidikan dan dakwah, ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, kesehatan herbal, teknologi informasi, hingga pengembangan energi baru terbarukan.
“Keseluruhan program ini kami rancang agar sejalan dengan visi Kota Kediri sebagai kota MAPAN, yakni Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudparpora Kota Kediri, Aries Ahmad Chudori, dalam pemaparannya menyoroti tantangan kepemimpinan pemuda di era digital.
Menurutnya, derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter, kecakapan literasi digital, serta kesiapan mental agar pemuda tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku perubahan.
“Pemuda harus mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi tantangan zaman. Tidak cukup hanya pandai berbicara, tetapi juga harus berani bertanggung jawab dan mampu mewujudkan aksi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Mujidul Ibad. Ia menekankan bahwa kepemimpinan sejati tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui proses panjang yang dilandasi kejujuran, amanah, kekompakan, serta kemampuan bekerja secara kolektif.
“Enam tabiat luhur yang diajarkan LDII sangat relevan sebagai fondasi dalam membentuk pemimpin muda yang berintegritas, baik dalam kepemimpinan, kehidupan sosial, maupun ekonomi,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala Bidang Kepemudaan Disbudparpora Kota Kediri Aries Ahmad Chudori, Ketua DPD KNPI Kota Kediri Mujidul Ibad, serta Ketua Pemuda LDII Kota Kediri Asyhari Eko Prayitno.
Kegiatan itu juga dihadiri berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan se-Kota Kediri sebagai wujud kolaborasi lintas elemen dalam membangun generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing. (kim/sof/wid)












