JAKARTA — Pemahaman tentang bersuci sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan ibadah menjadi fokus utama dalam kegiatan Khataman Kitab Thaharah yang diselenggarakan oleh warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Ragunan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitussalam, Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta pada Kamis (25/12) tersebut menjadi sarana pembinaan keagamaan untuk memperdalam ilmu fiqih, khususnya terkait tata cara bersuci yang benar sesuai tuntunan syariat Islam.
Khataman Kitab Thaharah ini diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak PAUD dan Cabe Rawit, remaja, pemuda-pemudi, hingga lansia. Kehadiran peserta lintas generasi ini menunjukkan komitmen warga LDII dalam menanamkan pemahaman agama secara berkelanjutan, sekaligus memastikan nilai-nilai ibadah dapat dipahami dan diamalkan sejak usia dini hingga dewasa.
Dewan Penasihat (Wanhat) PC LDII Pasar Minggu, Giyono, menilai kegiatan khataman tersebut memiliki peran penting dalam pembinaan keagamaan warga. Menurutnya, selain memperkaya wawasan fiqih, khususnya mengenai bersuci, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan semangat beribadah di tengah warga LDII.
“Khataman ini bukan hanya untuk menambah ilmu, tetapi juga untuk memperkuat kerukunan, menumbuhkan kekompakan, serta membangkitkan semangat warga LDII dalam mengamalkan ibadah secara benar dan berkelanjutan,” kata Giyono.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PAC LDII Kelurahan Ragunan sekaligus Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitussalam, Haidir Yahya, menegaskan pentingnya materi Kitab Thaharah yang telah dipelajari bersama. Ia berharap pemahaman mengenai bersuci tidak berhenti pada sebatas hafalan, melainkan benar-benar dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.
“Ilmu tentang Thaharah ini sangat mendasar. Kami berharap warga LDII tidak hanya menghafal, tetapi mampu menerapkannya secara benar dalam praktik ibadah sehari-hari, karena kesucian menjadi syarat utama diterimanya ibadah,” ujar Haidir Yahya. (kim/sof/wid)












